Oleh : Sefrona Syaiful, SH., MM & Syamsul Asrar
D. TINJAUAN TEORITIS
A.
LATAR
BELAKANG MASALAH
Sebagai
salah satu industri terbesar setelah sumber daya migas, pariwisata menghasilkan
jasa-jasa
sebagai produk yang sangat dibutuhkan wisatawan mancanegara dalam setiap perjalanan
mereka dimana produk-produk
yang di hasilkan tidak hanya dari satu perusahaan saja tetapi banyak perusahaan
dengan bermacam – macam jenis, oleh karena itu produk dalam industri pariwisata
tidak dapat berdiri sendiri tetapi merupakan suatu paket yang tidak dapat
dipisahkan
Kemajuan
suatu daerah tujuan wisata sangat bergantung pada tersedianya produk-produk wisata unggulan
dengan kualitas dan keanekaragaman dimana wisatawan yang berkunjung tidak hanya
membeli produknya saja tetapi mereka akan membeli nilai dari produk yang di
hasilkan oleh industri pariwisata suatu daerah.
Pengembangan
pulau Batam direncanakan sebagai kota industri dan adanya perlakuan khusus
terhadap pulau Batam yang memiliki letak strategis serta didukung dengan sarana
dan prasarana yang memadai membuat pulau Batam dapat menarik investasi swasta
yang sangat besar terutama dalam pengembangan potensi sumber daya pariwisata.
Pariwisata
di pulau Batam yang memiliki banyak potensi pariwisata seperti alam, pantai,
laut, sejarah, sosial budaya, religius yang didukung kelengkapan sarana dan
prasarana umum yang berstandart internasional, untuk itu diperlukan suatu
perencanaan pariwisata yang matang dalam mengembangkan keanekaragaman
produk-produk wisata pulau Batam dengan melihat kebutuhan dan keingginan
wisatawan mancanegara.
Seiring
dengan perkembangan Batam sebagai kota industri dalam realisasinya telah
menimbulkan dampak positif, khususnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan
kegiatan pariwisata yang sangat pesat telah menjadikan Pulau Batam sebagai
Daerah Tujuan Wisata (DTW) dan pintu gerbang wisatawan
Produk
– produk wisata yang ada di pulau Batam memiliki tingkat keanekaragaman yang
tinggi walaupun jumlahnya sangat terbatas. Produk wisata yang dapat dijumpai,
antara lain :
a.
Produk
obyek wisata pantai dan laut yang menakjubkan
b.
Produk
wisata sejarah, budaya local
c.
Produk
wisata religius
d.
Produk
wisata hiburan
e.
Produk
wisata hiburan, belanja
f.
Produk
wisata mice, incentive tour, conference and exhibition ( mice )
g.
Produk
industri perhotelan, Restoran dan lain – lain
Dengan
kekayaan dan potensi sumber daya pariwisata tersebut seharusnya pulau Batam
dapat menarik kunjungan wiasatawan mancanegara dalam jumlah yang banyak, namun
karena belum berkembangnya produk – produk wisata tersebut membuat engannya
wisatawan berkunjung dan hanya beberapa dalam jumlah yang sangat kecil yang
datang dan hanya menikmati produk wisata hiburan dan belanja saja.
Dari
hasil survei awal yang dilakukan penulis, maka fenomena tingkat motivasi
kunjungan wisatawan mancanegara sangat berpengaruh terhadap produk – produk
wisata yang di sediakan..
Dalam
kaitan ini diperlukan perencanaan strategis dan diperlukan peran stakeholders
dalam merencanakan pengembangan pariwisata dengan mempertimbangkan karakter
sosial, ekonomi, ekologi dan politik serta aplikasi teknologi yang sesuai
dengan karakteristik sumber daya pariwisata yang tersedia di pulau Batam.
B.
PEMBATASAN
MASALAH
Sehubungan
dengan keterbatasan penulis, maka penelitian ini lebih terkosentrasi hanya
dibatasi pada:
1.
Pengembangan
produk wisata apakah yang akan dikembangkan untuk wisatawan mancanegara?
2.
Apakah
produk – produk wisata jasa yang telah ada pada saat ini disenangi oleh
wisatawan mancanegara?
3.
Apakah
pengembangan produk wisata memiliki keterkaitan dengan motivasi kunjungan
wisatawan mancanegara?
4.
Pengembangan
produk wisata yang ada pada saat ini hanya sebatas hiburan, rekreasi dan
belanja saja, Apakah ada pengembangan produk wisata prioritas untuk
meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara?
C.
PERUMUSAN
MASALAH
Bertitik
tolak pada latar belakang masalah dan batasan masalah maka bahwa pariwisata
pulau Batam yang memiliki banyak potensi sumber daya pariwisatanya namun belum
dikembangkan dan dikelola secara baik, maka penulis mencoba merumuskan bahwa
permasalahan yang layak untuk diketengahkan adalah:
“Apakah Produk-Produk Wisata Yang Dikembangkan Untuk Wisatawan
Mancanegara Dapat Memotivasi Kunjungan Para Wisatawan”D. TINJAUAN TEORITIS
D1. Filosofi Kepariwisataan
Bila pariwisata dilihat sebagai
suatu jenis usaha yang memiliki nilai ekonomi. Maka pariwisata adalah sebagai
suatu proses yang dapat menciptakan nilai tambah terhadap barang dan atau jasa
sebagai satu kesatuan produk.
Kata wisata berasal dari bahasa jawa
kuno, dan menurut kamus besar bahasa Indonesia, kata wisata tergolong verbal
(kata kerja) dan bermakna (1) Berpergian bersama – sama (untuk memperluas
pengetahuan, bersenang – senang, dsb) dan (2) piknik. Sedangkan kata wan dalam
bahasa Jawa kuno bermakna semua “segala” “sekitar” atau sekeliling. Maka
pariwisata dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan
wisata yang berakibat pada terjadinya interaksi antar manusia (idividu –
individu atau kelompok) dengan perilakunya masing – masing.(Agus
Sulastiyono,2001:40)
Secara filosofis, lahirnya kegiatan
pariwisata berawal dan manusia dan perilakunya. Manusia sebagai makhluk hidup
yang berbudaya, adalah manusia yang memiliki cara hidup yang dikembangkan oleh
sebuah masyarakat guna memenuhi kebutuhan dasarnya untuk tetap bertahan hidup,
meneruskan keturunan dan mengatur pengalaman sosialnya. Manusia yang berbudaya
senantiasa berusaha mengapresiasi terhadap hal–hal yang menarik perhatiannya.(Agus
Sulastiyono,2001:41)
D.2. Pengertian Pengembangan Produk
Pengertian
pengembangan suatu produk pada dasarnya adalah usaha yang dilakukan secara
sadar dan berencana untuk mengembangkan atau memperbaiki produk yang sedang
berjalan atau menambah jenis produk yang dihasilkan.
Umumnya suatu produk baru yang
dihasilkan hendaklah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Jadi produk
tersebut harus dapat dipasarkan oleh karena itu produk baru tidak mungkin
dihasilkan secara kebetulan, teteapi harus melalui suatu riset dan analisa
pasar. Dengan perkataan lain pengembangan produk baru harus ditinjau sebagai
tanggung jawab manajemen tingkat atas. Dengan demikian sifat produk baru yang
dihasilkan itu telah dipertimbangkan secara matang dan objektif. Disamping itu
perlu dilakukan modifikasi produk lama untuk dapat menyesuaikan diri dengan
produk pasar yang berubah-ubah. Dengan cara demikian produk tersebut masih
dapat diperluas pemakaiannya sehingga dapat memperkuat posisi dalam pasar yang
telah ada.
Dalam kepariwisataan, pengembangan produk perlu menjadi pemikiran
ahli-ahli pariwisata, khususnya para pengelola yang langsung menangani
sektor kepariwisataan tersebut. Seperti
kita ketahui produk industri pariwisata itu sangat berfariasi dan
bermacam-macam sesuai dengan keinginan dan kemampuan wisatawan itu sendiri.
Berhubungan produk dalam kepariwisataan pada umumnya berupa satu
“Packages” maka pengembangan produk itu hendaknya mencakup semua unsure yang melengkapi suatu “Packages Tours”
tersebut.
Jadi pengembangan produk baru itu
dapat meliputi perubahan perbaikan pelayanan semenjak seorang wisatawan
meninggalkan tempat kediamannya sampai ketempat / objek wisata yang dituju
sampai kembali ketempat asalnya dimana ia tinggal.
Secara mikro pengembangan produk dalam iundustri wisatawan dapat
berupa : a. Travel Agents
b. Tourist Transportations
c. Hotel
d. Bar dan Restoran
e. Tour Operator
f. Tourist Objects
Objek pariwisata dan segala atraksi yang diperlihatkan merupakan
daya tarik utama, mengapa seseorang dating berkunjung pada suatu tempat. Oleh
karena itu keaslian dari objek yang disuguhkan haruslah dipertahankan sehingga
wisatawan hanya ditempat tersebut dapat melihat dan menyaksikan objek-objek
tersebut.
Untuk konsumsi wisatawan selain terpelihara keasliannya perlu
diciptakan variasi objek dan atraksi yang akan dijual. Disinilah pentingnya
pengembangan produk ( Product Development) dalam industri
kepariwisataan. Banyaknya objek dan atraksi yang akan dijual sangat besar
pengaruhnya untuk memperpanjang lama tinggal ( Length of Stay) dan
selanjutnya dengan lama tinggal wisatawan relatif akan memperbanyak devisa
masuk dan meningkatkan penghasilan daerah.
D.3. Pengertian Perencanaan
Perencanaan
merupakan panduan yang diperlukan untuk mencapai sasaran – sasaran yang
dikehendaki dan sebagai alat untuk pengelolaan
dan pengembangan pariwisata baik dalam jangka pendek maupun jangka
panjang. (Oka.A.Yoeti, 1999:99)
Pengertian
perencanaan tersebut diatas merupakan penjabaran dari strategi yang telah
ditetapkan sebelumnya, dan merupakan sarana untuk menyeimbangkan pengembangan
pariwisata dari ketersediaan produk ( produk supply ) seperti obyek wisata,
atraksi wisata, fasilitas infrastruktur pariwisata dan permintaan produk sesuai dengan jumlah dan tife wisatawan.
Perencanaan
pariwisata harus dilakukan sebelum melaksanakan tindakan – tindakan, akan
tetapi dalam kenyataannya kerapkali tindakan – tindakan dilakukan tanpa
direncanakan terlebih dahulu. Perencanaan merupakan penghubung antara keinginan
untuk mencapai sesuatu yang realisasi dari pada keinginan tersebut dan Dengan
perencanaan yang tepat akan membuka cara – cara baru untuk melaksanakan
pekerjaan dan akan memerlukan pekerjaaan khusus yang sama sekali tidak
diketahui oleh si perencana (pllaner).
D.4. Perencanaan sebagai sebuah Konsep dan
Proses
Perencanaan
adalah kegiatan melakukan “prediksi” dan “antisipasi”. Dalam suatu perencanaan
adanya perkiraan terhadap masa depan, tidak saja dalam jangka pendek namun juga
jangka panjang.(Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, 2002 Pemasaran
Pariwisata: 22)
Pada
awalnya perencanaan masih merupakan sebuah konsep yang diartikan sebagai
“rencana”. Namun pada umumnya rencana tersebut seringkali tidak dapat digunakan
(diaplikasikan) ketika rencana itu selesai disusun. Dan disinilah kemudian
tumbuh satu pengertian baru dimana perencanaan diangap sebagai sebuah “proses”.
Saat ini secara praktis perencanaan disebut sebagai perencanaan “stratejik”
yang lebih mengutamakan pelaksanaan (implementasi) dari pada hanya sebuah
pernyataan strategi semata.
D.5. Pengertian Produk Wisata
Menurut
Medlik dan Midd Leton “ Product ” dalam industri pariwisata adalah semua jasa –
jasa servis yang dibutuhkan wisatawan semenjak ia berangkat meningalkan tempat
kediamannya, sampai ia kembali kerumahnya dimana ia tinggal.(
Oka.A.Yoeti, 1999:99)
Dari
pengertian diatas bahawa produk industri pariwisata terdiri dari bermacam–macam
unsur atau merupakan suatu
“package”
yang tidak terpisah dan tidaklah berdiri sendiri sangat bergantung kepada
bidang-bidang lain yang dapat mendukung perkembangan produk wisata tersebut.
Sedangkan
produk menurut Rambat Lupiyoadi adalah merupakan keseluruhan konsep objek atau
proses yang memberikan sebuah nilai mamfaat kepada konsumen.( Kementerian
Kebudayaan dan Pariwisata, 2002
Pemasaran Pariwisata: 20)
Sehingga sangat perlu
diperhatikan dalam setiap produk dimana konsumen tidak hanya membeli fisik dari
produk itu saja tetapi membeli keuntungan dan nilai dari produk tersebut.
Produk pariwisata terdiri dari
bermacam – macam unsur atau merupakan satu “package” yang tidak dapat
dipisahkan, yang secara spesifik dapat dibagi kedalam 4 (empat) karakter produk
yaitu:
1.
(intangible)
Produk – produk pariwisata yang tidak dapat dilihat, dirasakan, diresapi,
didengar atau dicicipi sebelum produk itu dibeli, dalam hal ini seorang
konsumen produk pariwisata pada umumnya tidak membawa pulang apa yang dibelinya
namun akan membawa kenangan terhadap
produk tersebut. Dengan kata lain seorang wisatawan akan pulang dengan tangan
kosong tapi dengan kepala penuh kenangan terhadap daerah – daerah dan obyek –
obyek pariwisata yang telah dikunjunginya.
2.
Produk pariwisata saling terkait dengan faktor – faktor lainya (inseparability)
Yaitu Produk yang memiliki keterkaitan
antara penyedia jasa dengan konsumen (wisatawan) dimana keduanya harus saling
mendapatkan kecocokan dan keterkaitan untuk terjadinya suatu transaksi
pembelian produk, misalkan sebuah retoran yang memiliki masakan yang sangat
lezat tidak akan berarti apa apa manakala pelayan yang menyajikanya memiliki
kelakuan yang buruk dan tidak memberikan perhatian kepada pelangganya, yang
pada akhirnya akan bermuara pada ketidakpuasan pengalaman konsumen terhadap
restoran tersebut.
3. Produk pariwisata yang memiliki tingkat
keragaman yang tinggi
Yaitu
produk pariwisata yang beragam, dimana kualitasnya akan tergantung pada siapa
yang meyajikan dan kapan serta dimana produk atau layanan pariwisata akan
sangat tergantungkepadapara ketrampilan dan keahlian para penyedia produk/
layanan tersebutpada saat terjadi transaksi.
D.6. Kebutuhan Terhadap Perencanaan Pariwisata
Pariwisata
memiliki dampak yang luas terhadap keberadaan suatu daerah, baik yang bersifat
fositif (seperti penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat,
penciptaan lapangan kerja baru, penerimaan pajak dan sebagainya) maupun yang
sifatnya negatif seperti limbah, polusi, kemacetan, timbulnya penyakit sosial
dan sebagainya.(Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, 2002
Pemasaran Pariwisata: 6)
Perencanaan
sebagai suatu proses yang melihat masa depan dan mengkaitkanya dengan berbagai
kondisi antisipasi selanjutnya akan menjadi satu – satunya cara untuk mencapai
keuntungan yang diharapkan dari satu pengembangan kepariwisataan suatu daerah.
D.7. Pengertian Pemasaran
Terminilogi
pemasaran yang diungkapkan oleh Kotler (1998) mengartikan pemasaran sebagai
suatu proses manajerial dimana individu – individu dan kelompok mendapatkan apa
yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciftaan serta pertukaran produk dan nilai.(Kementerian
Kebudayaan dan Pariwisata, 2002 Pemasaran Pariwisata: 5)
Pengertian
diatas secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu proses dan aktivitas –
aktivitas untuk mengantisipasi permintaan, mengenali permintaan, mendorong
timbulnya permintaan dan memuaskan permintaan dan disimpulkan bahwa pemasaran
pariwisata lebih terkait dengan pasar dari suatu daerah tujuan wisata dan
seluruh produk pariwisata itu sendiri.
Sedangkan
pemasaran yang diungkapkan oleh Edwards A. Duddy A.M dan David A. Revzan adalah
suatu proses ekonomi, dengan alat – alat mana barang – barang dan jasa – jasa
itu ditentukan dalam bentuk nilai – nilai uang.( Oka.A.Yoeti, 1999:27)
Pengertian
pemasaran dalam kepariwisataan yang di ungkapkan oleh J. Krippendorf adalah
suatu sistim dan koordinasi yang harus dilaksanakan sebagai kebijaksanaan bagi
perusahaan – perusahanan yang bergerak dalam bidang kepariwisataan, apakah
usaha swasta atau pemerintah, baik dalam ruang lingkup local, regional,
nasional dan internasional untuk mencapai kepuasan optimal atas kebutuhan –
kebutuhan wisatawa dan group lain disamping untuk mencapai keuntungan yang
wajar.( Oka.A.Yoeti, 1999:30)
D.8. Bauran Pemasaran (marketing mix)
Perencanaan
pemasaran tidak dapat dilepaskan dari bauran pemasaran (marketing mix), yaitu
sekumpulan variable yang dapat dikendalikan dan diolah untuk dapat memuaskan
wisatawan. Bauran pemasaran sebenarnya merupakan strategi untuk meraih pasar
sasaran, atau lebih dikenal dengan strategi pemasaran.(Kementerian
Kebudayaan dan Pariwisata, 2002 Pemasaran Pariwisata: 22)
D.9. Citra Daerah Tujuan Wisata (Tourism
Destination Image)
Sebagian
orang mengatakan citra adalah kesan atau pengaruh dari apa yang dilihatnya.
Namun secara umum citra dapat diterjemahkan sebagai “ suatu pemahaman pribadi,
internal dan konseptual tentang apa yang diketahui”(Kementerian
Kebudayaan dan Pariwisata, 2002 Pemasaran Pariwisata: 20)
Sementara
citra produk sendiri adalah merupakan bagian tak terpisahkan dari produk yang
bersangkutan, termasuk didalamnya kualitas, fungsi, harga desain dan nilainya.
Daerah
tujuan wisata adalah salah satu produk yang paling kompleks serta terbentuk
dari beberapa faktor seperti iklim, infrastruktur dan berbagai atribut alam
maupun budaya. Dalam hal ini suatu daerah tujuan wisata sangat memerlukan citra
untuk dapat dijual/ dipasarkan sebagai sebuah produk pariwisata. (Kementerian
Kebudayaan dan Pariwisata, 2002 Pemasaran Pariwisata: 21)
Berbagai riset menyatakan bahwa, terdapat
hubungan yang sangat erat antara citra suatu daerah tujuan wisata dengan
kunjungan wisatawan . untuk menciptakan suatu citra yang dapat memberikan
pengaruh besar dalam pembentukan citra adalah pengalaman langsung yang dialami
oleh wisatawan sebagai seorang konsumen.
D.10.
Organisasi dan Sistim Pendukung Manajemen
Dalam
perencanaan pengembangan pariwisata stratejik sangat dibutuhkan sebuah
organisasi/ institusi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, didalam
lingkungan yang berubah secara dinamis. Konsekwensinya adalah, dibutuhkan
sebuah organisasi yang mempunyai kemampuan, struktur dan sumber daya manusia
untuk melakukan berbagai rencana tersebut.(Kementerian Kebudayaan dan
Pariwisata, 2002 Pemasaran Pariwisata: 113)
Dalam
Perencanaan pengembangan pariwisata dibutuhkan 2 (dua) unsur pokok terkait
dengan organisasi yaitu:
1.
Organisasi
Pariwisata Daerah
2.
Sistim
Pendukung Manjemen
Dalam
era otonomi daerah peran pemerintah dibidang pariwisata adalah sebagai
perencana dan pelaksana program sangat erat hubungannya dengan unsur
perencanaan. Bahkan sebagaimana tercantum didalam pemerintah RI No. 25 tahun
2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan propinsi sebagai daerah
otonom, disebutkan bahwa kewenangan pemerintah daerah dalam bidang pariwisata
difokuskan pada kegiatan promosi, yang dalam hal ini merupakan salah satu dari
aktivitas pemasaran.
Sebuah organisasi/ instansi pariwisata dituntut
untuk berperan dalam aktivitas promosi khususnya sebagai upaya pengembangan
citra daerah sebagai daerah tujuan wisata (destination image).
E. METODOLOGI
PENELITIAN
E.1. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian
ini penulis lakukan di pulau Batam tepatnya pada Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kota Batam yang berada di jalan Engku Putri No. 1 Batam Center.
E.2.
Jenis Data
a.
Data
Primer
Yaitu
data yang diperoleh langsung dari daerah – daerah pengembangan pariwisata dan
langsung dari wisatawan mancanegara yang berkunjung ke pulau Batam.
b.
Data
Skunder
Yaitu
pengumpulan data yang sudah jadi dan diperoleh dari Kantor Dinas Pariwisata dan
Kebudayaan Kota Batam, Badan Touris Promotion Board, Asosiasi Jasa Hiburan
Batam, Persatuan Hotel Restoran Indonesia, ASITA yamg merupakan perencanaan
pengembangan produk wisata, konsep dan strategi yang digunakan dalam
mengembangkan kawasan pariwisata yang
E.3. Populasi dan Sampel
a.
Populasi
Populasi
yang akan dijadikan objek penelitian dalam rangka pengembangan produk - produk
wisata pulau Batam adalah wisatawan mancanegara yang dipilih secara acak dengan
jumlah 40 orang dengan mengunakan teknik sensus dan kuesioner.
b.
Sampel
Sedangkan
yang menjadi sample dalam penelitian ini adalah wisatawan mancanegaradengan
jumlah 40 ( empat pulauh) orang yang teridiri dari :
1.
Wisatawan
Asal Singapura 9 orang
2.
Wisatawan
Asal Malaysia 8 orang
3.
Wisatawan
Asal Korea 6 orang
4.
Wisatawan
Asal Taiwan 5 orang
5.
Wisatawan
Asal Jepang 6 orang
6.
Wisatawan
Asal Australia 3 orang
7.
Wisatawan
Asal Amerika 3 orang
E.4.
Metode Pengumpulan Data
a.
Observasi
Yaitu
dengan melakukan pengamatan langsung pada kawasan – kawasan yang memiliki
pontensi untuk dikembangkan sebagai produk wisata ungulan pulau Batam.
b.
Teknik
Wawancara
Yaitu
dengan melakukan wawancara kepada pimpinan Dinas Pariwisata dan lembaga –
lembaga pegembangan pariwisata serta pengusaha – pengusaha pengembangan
pariwisata.
c.
Kuisioner
Yaitu Pengumpulan data dengan cara
menyusun pertanyaan yang di ajukan
kepada beberapa wisatawan mancanegara yang berkunjung ke pulau Batam.
E.5.
Analisa Data
Setelah
data yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian data tersebut dikumpulkan
lalu dianalisa sesui dengan jenis dan macam data dengan mengunakan metode
deskriptif.
Metode
Deskriptif adalah bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang tata cara
penyusunan dan penyajian data yang dikumpulkan dalam satu penelitian. Data yang
berupa data kualitatif diolah sehingga menjadi data yang sifatnya kuantitatif
dan disajikan dalam bentu tabel dan kemudian dipersentasekan guna penarikan
kesimpulan.
Data
yang di peroleh dari lokasi penelitian dan pendapat responden yaitu wisatawan
mancanegara dikumpulkan dianalisis dengan memberikan nilai bobot terhadap
produk – produk wisata dan pendapat wisatawan, dimana nilai bobot tersebut
ditentukan dengan kriteria – kriteria antara lain: Keunikan, Daya Tarik Wisata,
Variasi Pengembangan, Atraksi wisata dan Aksesibilitas dengan ketentuan skor
pada setiap jawaban adalah sebagai berikut:
1. SM = Sangat Menarik (5)
2. M = Menarik (4)
3. CK = Cukup Menarik (3)
4. TM = Tidak Menarik (2)
5. STM = Sangat Tidak Menarik (1)
F. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
F.1. Analisis
Pengembangan Produk Wisata
Pegembangan
produk wisata telah berubah kearah pengembangan yang di upayakan pada
pariwisata baru yang melahirkan produk – produk alternatif yang berkualitas
melalui proses kreatif. Dimana konsep pariwisata baru banyak di jumpai pada
wisatawan mancanegara dengan segala eksklusifitasnya merupakan wisatawan yang
menepatkan pariwisata sebagai bagian utama dalam hidup, dan cenderung untuk
memiliki kebutuhan akan pemenuhan keinginan pribadi yang sangat tinggi dan menyenangi interaksi yang tinggi dengan
komunitas.
Kondisi
ini telah menuntut pelaku kepariwisataan di pulau Batam untuk lebih berpacu dan
meningkatkan kualitas produk – produk wisata (supply) melalui kreatifitas yang tinggi untuk dapat
mengantisipasi perubahan – perubahan permintaan wisatawan mancanegara (demand)
yang semakin cepat dan seketika. Produk – produk kegiatan pariwisata yang
ditawarkan pulau Batam saat ini hanya mampu menarik wisatawan mancanegara dalam
jumlah kecil berusia muda dan tua dimana sebagian wisatawan melakukan
perjalanan secara individu dan dalam kelompok kecil dengan lama tinggal rata-
rata 2 hari.
Pada bagian ini penulis mencoba menjelaskan
produk - produk wisata yang layak
dikembangkan untuk wisatawan mancanegara, yang mana data tersebut penulis ambil
langsung dari lokasi penelitian dan
menganalis dengan memberikan nilai bobot terhadap produk – produk wisata,
dimana nilai bobot tersebut ditentukan dengan kriteria – kriteria antara lain:
Keunikan, Daya Tarik Wisata, Variasi Pengembangan dan Atraksi wisata dan akses
dengan jumlah skor satu (1) sampai dengan lima (5).
Tabel 1
Analisis
Pengembangan Produk Wisata Pantai dan Bahari
Produk
Wisata
Pantai
|
Keunikan
dan
Daya
Tarik
Wisata
Skor
(1-5)
|
Variasi
Pengembangan
Skor
(1-5)
|
Aktraksi
wisata
Skor
(1-5)
|
Pantai
Marina
|
4
|
5
|
5
|
Pantai
Nongsa
|
5
|
4
|
5
|
Pantai
Panau
|
2
|
3
|
3
|
Pantai
Melur
|
4
|
4
|
4
|
Pantai
Galang
|
4
|
5
|
4
|
Pantai
Bulan
|
3
|
2
|
4
|
Jumlah Bobot
|
21
|
22
|
25
|
Rata
– rata
|
3.5
|
3.6
|
4.16
|
Sumber = Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Dari
tabel diatas dapat dilihat dari jumlah produk wisata pantai dan wisata bahari
yang akan dikembangkan maupun yang sudah dikembangkan memiliki potensi yang
menarik motifasi wisatawan antara lain adalah kondisi pantai yang relatif
landai dan berpasir putih, keindahan alam dengan panorama laut yang masih asli,
terumbu karang, gelombang pantai serta untuk menikmati atraksi wisata seperti
berenang, berlayar, memancing, jet sky, diving, snorkeling, kesenian tradisional melayu dan santap
seafood.
Sedangkan kriteria keunikan dan daya tarik
wisata pantai dan bahari rata – rata 3.5 atau sangat menarik bagi wisatawan
mancanegara dan variasi pengembangan yaitu rata – rata 3.6 atau sangat
bervariasi dan layak dikembangkan untuk wisatawan sedangkan atraksi wisata
yaitu rata – rata 4.16 atau sangat menarik bagi wisatawan mancanegara, dengan
jumlah bobot dan nilai rata - rata produk wisata pantai dan bahari memiliki
peluang yang sangat besar untuk dikembangkan untuk wisatawan mancanegara.
Tabel
2
Analisis
Pengembangan Produk Wisata Pulau
Produk
Wisata Pulau
|
Keunikan
dan
Daya
Tarik
Wisata
Skor
(1-5)
|
Variasi
Pengembangan
Skor (1-5)
|
Atraksi
wisata
Skor (1-5)
|
Pulau
Telenjeh
|
3
|
3
|
4
|
Pulau
Dompu
|
4
|
3
|
4
|
Pulau
Buluh
|
4
|
2
|
3
|
Pulau
Abang
|
4
|
3
|
3
|
Pulau
Ngenang
|
4
|
4
|
4
|
P.Belakang
Padang
|
3
|
4
|
5
|
Pulau
Sekilak
|
4
|
5
|
3
|
Pulau
Manis
|
4
|
2
|
4
|
Pulau
Dendang
|
4
|
3
|
4
|
Pulau
Nipah
|
4
|
2
|
4
|
Jumlah
Bobot
|
38
|
31
|
38
|
Rata
- rata
|
3.8
|
3.1
|
3.8
|
Sumber
= Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Dari
tabel diatas dapat dilihat jumlah produk wisata pulau cukup banyak dan
diketahui bahwa wilayah Batam di kelilinggi pulau yang memiliki
potensi yang dapat memotivasi wisatawan mancanegara untuk menikmati keindahan
alam dan fanorama laut, gugusan pulau – pulau kecil, hutan bakau, memancing dan
menikmati atraksi atraksi wisata yang dipertunjukan masyarakat setempat antara
lain kesenian tradisional melayu, musik, tarian dan menikmati makanan khas
tempatan.
Sedangkan
kriteria keunikan dan daya tarik wisata pulau rata – rata 3.8 atau sangat
menarik bagi wisatawan mancanegara dan variasi pengembangan yaitu rata – rata
3.1 atau sangat bervariasi dan layak dikembangkan untuk wisatawan sedangkan
atraksi wisata yaitu rata – rata 3.8 atau sangat menarik bagi wisatawan
mancanegara, dengan jumlah bobot dan nilai rata - rata produk wisata pulau -
pulau memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan untuk wisatawan
mancanegara. hal ini dapat dilihat dari pendapat wisatawan mancanegara bahwa
sangat menariknya produk wisata pulau.
Tabel
3
Analisis
Pengembangan Produk Wisata Kampung
Produk
Wisata
Kampung
/ Desa
|
Keunikan
dan
Daya
Tarik
Wisata
Skor
(1-5)
|
Variasi
Pengembangan
Skor
(1-5)
|
Atraksi
wisata
Skor
(1-5)
|
Kampung
Nongsa
|
2
|
2
|
3
|
Batu
Besar/Jabi
|
5
|
5
|
3
|
Bengkong
Laut
|
3
|
2
|
3
|
Bukit
Senyum
|
3
|
2
|
3
|
Desa
Tg. Riau
|
4
|
1
|
2
|
Desa
Sembulang
|
3
|
2
|
3
|
Desa
Bulang
|
5
|
5
|
4
|
Jumlah
Bobot
|
25
|
19
|
22
|
Rata
- rata
|
3.57
|
2.71
|
3.14
|
Sumber
= Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Dari tabel diatas dapat dilihat
jumlah produk kampung – kampung wisata cukup banyak dan diketahui memiliki potensi yang dapat memotivasi
wisatawan mancanegara untuk menikmati wisata yang dipertunjukan masyarakat
kampung setempat antara lain kesenian tradisional melayu, musik, tarian dan
menikmati makanan khas tempatan.
Sedangkan
kriteria keunikan dan daya tarik kampung wisata rata – rata 3.57 atau sangat
menarik bagi wisatawan mancanegara dan variasi pengembangan yaitu rata – rata
2.27 atau sangat bervariasi dan layak dikembangkan untuk wisatawan sedangkan
atraksi wisata yaitu rata – rata 3.14 atau sangat menarik bagi wisatawan
mancanegara, dengan jumlah bobot dan nilai rata - rata produk kampung wisata
memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan untuk wisatawan
mancanegara, hal ini dapat dilihat dari pendapat wisatawan mancanegara bahwa
sangat menariknya produk wisata kampung/ Desa wisata
Tabel 4
Analisis
Pengembangan Produk Wisata Sejarah dan
Religius
Produk
Wisata Sejarah dan Religius
|
Keunikan
dan
Daya
Tarik
Wisata
Skor
(1-5)
|
Variasi
Pengembangan
Skor
(1-5)
|
Akses
Skor
(1-5)
|
Masjid
Raya
|
4
|
2
|
5
|
Makam
Keramat Sekupang
|
3
|
1
|
5
|
Makam
Keramat H. Daeng Fuang
|
3
|
1
|
2
|
Camp
Vietnam
|
5
|
4
|
4
|
Kelenteng
Cetya Tridarma
|
3
|
2
|
4
|
Maha
Vihara Duta Maitereya
|
3
|
1
|
4
|
Jumlah
Bobot
|
21
|
11
|
25
|
Rata
- rata
|
3.5
|
1.8
|
4.16
|
Sumber
= Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Dari
tabel dapat dilihat bahwa pulau Batam memiliki produk wisata sejarah dan wisata
religius dan pada umumnya kegiatan dilakukan wisatawan mancanegra antara lain
kegiatan keagamaan, Doa, Ziarah ke makam – makam, perayaan hari – hari besar
keagamaan
Sedangkan
kriteria keunikan dan daya tarik wisata sejarah dan wisata religius rata – rata
3.5 atau sangat menarik bagi wisatawan mancanegara dan variasi pengembangan
yaitu rata – rata 1.8 atau sangat bervariasi dan layak dikembangkan untuk
wisatawan sedangkan atraksi wisata yaitu rata – rata 4.16 atau sangat menarik
bagi wisatawan mancanegara, dengan jumlah bobot dan nilai rata - rata produk
wisata sejarah dan wisata religius memiliki peluang yang sangat besar untuk
dikembangkan untuk wisatawan mancanegara, hal ini dapat dilihat dari pendapat
wisatawan mancanegara bahwa sangat menariknya produk wisata sejarah dan wisata
religius.
Tabel 5
Analisis
Pengembangan Produk Wisata Hiburan
Produk Wisata Hiburan
|
Keunikan dan
Daya Tarik
Wisata
Skor (1-5)
|
VariasiPengembangan
Skor (1-5)
|
Akses
Skor (1-5)
|
5
|
4
|
4
|
|
5
|
3
|
5
|
|
Bowling Centre
|
3
|
1
|
2
|
5
|
5
|
4
|
|
Panti Pijat
|
5
|
4
|
4
|
Bioskop
|
2
|
1
|
2
|
Golf
|
5
|
4
|
3
|
Jumlah Bobot
|
30
|
22
|
24
|
Rata – rata
|
4.28
|
3.14
|
3.42
|
Sumber
= Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Produk
wisata hiburan merupakan salah satu produk yang diminati wisatwan mnacanegara,
dengan kemudahan – kemudahan fasilitas hiburan yang disediakan menjadikan
produk wisata ini terus meningkat dan
memiliki peluang yang sangat besar bagi wisatawan mancanegara,Sedangkan kriteria
keunikan dan daya tarik produk wisata hiburan rata – rata 4.28 atau sangat
menarik bagi wisatawan mancanegara dan variasi pengembangan yaitu rata – rata
3.14 atau sangat bervariasi dan layak dikembangkan untuk wisatawan sedangkan
atraksi wisata yaitu rata – rata 3.42 atau sangat menarik bagi wisatawan
mancanegara, dengan jumlah bobot dan nilai rata - rata produk wisata hiburan
memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan untuk wisatawan
mancanegara, hal ini dapat dilihat dari pendapat wisatawan mancanegara bahwa
sangat menariknya produk wisata hiburan.
Tabel
6
Analisis
Pengembangan Produk Wisata Belanja
Produk Wisata Belanja
|
Keunikan dan
DayaTarik
Wisata
Skor (1-5)
|
Variasi
Pengembangan
Skor (1-5)
|
Akses
Skor (1-5)
|
3
|
4
|
4
|
|
Plaza Ramayana
|
3
|
4
|
4
|
Plaza Mega Moll
|
5
|
5
|
5
|
Lucky plaza
|
3
|
4
|
4
|
Plaza Center Poin
|
3
|
3
|
4
|
Plaza Apiari
|
4
|
3
|
3
|
Plaza DC mall
|
5
|
4
|
3
|
Plaza Barata
|
4
|
4
|
4
|
Top 100 Penuin
|
4
|
4
|
3
|
Jumlah Bobot
|
34
|
35
|
34
|
Rata – rata
|
3.77
|
3.88
|
3.77
|
Sumber
= Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Dari
tabel diatas dapat dilihat bahwa produk wisata belanja yang ada di Batam rata -
rata memiliki keunikan dan daya tarik wisata sebesar 3.77 atau sangat menarik
bagi wisatawan mancanegara untuk variasi pengembangan yaitu rata – rata 3.88
dan akses rata – rata 3.77 dengan jumlah
bobot tersebut diatas produk wisata belanja merupakan salah satu produk andalan
dan memiliki peluang yang sangat besar apabila dikembangkan untuk wisatawan
mancanegara.
F.2. Analisis
Motivasi Kunjungan Wisatawan Mancanegara
Untuk menganalisis
motivasi kunjungan wisatawan mancanegara ke pulau Batam dan keterkaitannya
dengan pengembangan produk wisata, penulis mengunakan kuisioner/pertanyaan
kepada empat puluh (40) wisatawan dari berbagai negara mengenai pendapat mereka
tentang produk – produk wisata di pulau
Batam dan pertanyaan ini pada dasarnya
memberikan prioritas terhadap pengembangan
produk wisata yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan atau permintaan(demand)
serta untuk meningkatkan kunjungan
wisatawan mancanegara.
Pendapat wisatawan
mancanegara tentang produk - produk wisata pada tabel berikut yang merupakan
hasil kusioner
Tabel 7
Pendapat
Wisatawan Mancanegara Tentang Produk
Wisata Pantai
Jawaban
|
Frekuensi
|
%
|
Sangat Menarik
|
22
|
55
|
Menarik
|
10
|
25
|
Cukup Menarik
|
5
|
12.5
|
Tidak Menarik
|
2
|
5
|
Sangat Tidak Menarik
|
1
|
2.5
|
Jumlah
|
40
|
100
|
Sumber:
Data Olahan
Dari Tabel diatas dapat
dilihat bahwa pendapat wisatawan yang menyatakan sangat menariknya produk
wisata pantai adalah sebesar =55%, menarikannya produk wisata pantai = 25 %
dan cukup menariknya produk wisata pantai adalah =12.5% sedangkan
wisatawan yang menyatakan tidak menarik adalah = 5% dan sangat tidak menarik =
2.5% jadi pendapat wisatawan mancanegara
yang paling banyak adalah sangat menariknya produk wisata pantai, kondisi ini
menyatakan produk wisata pantai sangat diminati wisatawan mancanegara, sehingga
perlu dikembangkan dalam skala besar sesuai dengan potensi pariwisata dan
karakteristik masing - masing daerah pantai.
Tabel 8
Pendapat
Wisatawan Mancanegara Tentang Produk
Wisata Bahari
Jawaban
|
Frekuensi
|
%
|
Sangat Menarik
|
18
|
45
|
Menarik
|
11
|
27.5
|
Cukup Menarik
|
11
|
27.5
|
Tidak Menarik
|
0
|
0
|
Sangat Tidak Menarik
|
0
|
0
|
Jumlah
|
40
|
100
|
Sumber
: Data Olahan
Dari
Tabel diatas dapat dilihat bahwa pendapat wisatawan yang menyatakan sangat
menariknya produk wisata bahari adalah sebesar =45%, menarikannya produk wisata
bahari = 27.5 % dan cukup
menariknya produk wisata bahari adalah
=27.5% sedangkan wisatawan yang menyatakan tidak menarik adalah = 0 dan sangat
tidak menarik = 0 jadi pendapat
wisatawan mancanegara yang paling banyak adalah sangat menariknya produk wisata
bahari, kondisi ini menyatakan produk wisata bahari sangat diminati wisatawan
mancanegara, sehingga perlu dikembangkan dalam skala besar sesuai dengan
potensi wisata bahari yang ada di Batam.
Tabel 9
Pendapat
Wisatawan Mancanegara Tentang Produk
Wisata Pulau
Jawaban
|
Frekuensi
|
%
|
Sangat Menarik
|
13
|
32.5
|
Menarik
|
15
|
37.5
|
Cukup Menarik
|
5
|
12.5
|
Tidak Menarik
|
7
|
17.5
|
Sangat Tidak Menarik
|
0
|
0
|
Jumlah
|
40
|
100
|
Sumber: Data Olahan
Dari Tabel diatas dapat
dilihat bahwa pendapat wisatawan yang menyatakan sangat menariknya produk
wisata pulau adalah sebesar =32.5%, menarikannya produk wisata pulau = 37.5%
dan cukup menariknya produk wisata pulau adalah =12.5% sedangkan
wisatawan yang menyatakan tidak menarik adalah = 17.5% dan sangat tidak menarik
= 0 jadi pendapat wisatawan mancanegara yang paling banyak adalah menariknya
produk wisata pulau, kondisi ini menyatakan produk wisata pulau menarik bagi
wisatawan mancanegara, sehingga perlu dikembangkan dalam skala besar sesuai
dengan potensi pariwisata dan karakteristik masing - masing pulau.
Tabel 10
Pendapat
Wisatawan Mancanegara Tentang Produk
Wisata Kampung
Jawaban
|
Frekuensi
|
%
|
Sangat Menarik
|
12
|
30
|
Menarik
|
10
|
25
|
Cukup Menarik
|
8
|
20
|
Tidak Menarik
|
6
|
15
|
Sangat Tidak Menarik
|
4
|
10
|
Jumlah
|
40
|
100
|
Sumber:
Data Olahan
Dari Tabel diatas dapat dilihat bahwa pendapat
wisatawan yang menyatakan sangat menariknya produk wisata kampung adalah
sebesar =30%, menarikannya produk wisata kampung = 25 % dan cukup menariknya produk wisata pantai adalah = 20% sedangkan
wisatawan yang menyatakan tidak menarik adalah = 15% dan sangat tidak menarik =
5% jadi pendapat wisatawan mancanegara
yang paling banyak adalah sangat menariknya produk wisata kampung yang ada di
Batam, kondisi ini menyatakan produk wisata kampung sangat diminati wisatawan
mancanegara, sehingga perlu dikembangkan dalam skala besar sesuai dengan
potensi pariwisata dan karakteristik masing – masing kampung.
Tabel 11
Pendapat
Wisatawan Mancanegara Tentang Produk Wisata Sejarah
Jawaban
|
Frekuensi
|
%
|
Sangat Menarik
|
13
|
32.5
|
Menarik
|
12
|
30
|
Cukup Menarik
|
9
|
22.5
|
Tidak Menarik
|
3
|
7.5
|
Sangat Tidak Menarik
|
3
|
7.5
|
Jumlah
|
40
|
100
|
Sumber: Data Olahan
Dari Tabel diatas dapat
dilihat bahwa pendapat wisatawan yang menyatakan sangat menariknya produk
wisata sejarah adalah sebesar =32.5%, menarikannya produk wisata sejarah = 30%
dan cukup menariknya produk wisata sejarah adalah =22.5% sedangkan
wisatawan yang menyatakan tidak menarik adalah = 7.5% dan sangat tidak menarik
= 7.5% jadi pendapat wisatawan
mancanegara yang paling banyak adalah sangat menariknya produk wisata sejarah,
kondisi ini menyatakan produk wisata sejarah di Batam sangat diminati wisatawan
mancanegara, sehingga perlu dikembangkan sebagai produk wisata prioritas dengan
melihat potensi budaya dan nilai - nilai yang terkandung dalam kehidupan
masyarakat setempat.
Tabel 12
Pendapat
Wisatawan Mancanegara Tentang Produk Wisata Religius
Jawaban
|
Frekuensi
|
%
|
Sangat Menarik
|
13
|
32.5
|
Menarik
|
15
|
37.5
|
Cukup Menarik
|
9
|
22.5
|
Tidak Menarik
|
1
|
2.5
|
Sangat Tidak Menarik
|
2
|
5
|
Jumlah
|
40
|
100
|
Sumber:
Data Olahan
Dari
Tabel diatas dapat dilihat bahwa pendapat wisatawan yang menyatakan sangat
menariknya produk wisata religius adalah sebesar =32.5%, menarikannya produk
wisata religius = 37.5% dan cukup
menariknya produk wisata religius adalah
= 22.5% sedangkan wisatawan yang menyatakan tidak menarik adalah = 2.5% dan
sangat tidak menarik = 5% jadi pendapat
wisatawan mancanegara yang paling banyak adalah menariknya produk wisata
religius yang ada di Batam, kondisi ini menyatakan produk wisata religius
menarik bagi wisatawan mancanegara sehingga perlu dikembangkan sesuai dengan
keunikan dan daya tarik wisata serta berdasarkan motivasi kunjungan wisatawan
mancanegara.
Tabel 13
Pendapat
Wisatawan Mancanegara Tentang Produk Wisata Hiburan
Jawaban
|
Frekuensi
|
%
|
Sangat Menarik
|
23
|
57.5
|
Menarik
|
11
|
27.5
|
Cukup Menarik
|
6
|
15
|
Tidak Menarik
|
0
|
0
|
Sangat Tidak Menarik
|
0
|
0
|
Jumlah
|
40
|
100
|
Sumber:
Data Olahan
Dari Tabel diatas dapat
dilihat bahwa pendapat wisatawan yang menyatakan sangat menariknya produk
wisata hiburan adalah sebesar =57.5%, menarikannya produk wisata hiburan = 27.5
% dan cukup menariknya produk wisata hiburan adalah = 15% sedangkan
wisatawan yang menyatakan tidak menarik adalah = 0% dan sangat tidak menarik =
0% jadi pendapat wisatawan mancanegara
yang paling banyak adalah sangat menariknya produk wisata hiburan yang ada di
Batam, kondisi ini menyatakan produk wisata hiburan sangat diminati wisatawan
mancanegara, sehingga perlu dikembangkan dalam skala besar sesuai dengan
potensi pariwisata dan dengan melihat motivasi kunjungan dan permintaan
wisatawan mancanegara.
Tabel .14
Pendapat Wisatawan Mancanegara Tentang Produk
Wisata Belanja
Jawaban
|
Frekuensi
|
%
|
Sangat Menarik
|
22
|
55
|
Menarik
|
10
|
25
|
Cukup Menarik
|
6
|
15
|
Tidak Menarik
|
4
|
10
|
Sangat Tidak Menarik
|
0
|
0
|
Jumlah
|
40
|
100
|
Sumber:
Data Olahan
Dari
Tabel diatas dapat dilihat bahwa pendapat wisatawan yang menyatakan sangat
menariknya produk wisata belanja adalah sebesar =55%, menarikannya produk
wisata belanja = 25 % dan cukup
menariknya produk wisata belanja adalah
= 15% sedangkan wisatawan yang menyatakan tidak menarik adalah = 10% dan sangat
tidak menarik = 0% jadi pendapat
wisatawan mancanegara yang paling banyak adalah sangat menariknya produk wisata
belanja yang ada di Batam, kondisi ini menyatakan produk wisata belanja sangat
diminati wisatawan mancanegara, sehingga perlu dikembangkan dalam skala besar
sesuai dengan permintaan dan motivasi kunjungan wisatawan amcanegara.
Tabel. 15
Pendapat Wisatawan Mancanegara Tentang Kemudahan
Untuk
Mendapatkan Produk Wisata
Jawaban
|
Frekuensi
|
%
|
Sangat Mudah
|
19
|
47.5
|
Mudah
|
9
|
22.5
|
Cukup Mudah
|
13
|
32.5
|
Tidak Mudah
|
1
|
2.5
|
Sangat Tidak Mudah
|
0
|
0
|
Jumlah
|
40
|
100
|
Sumber:
Data Olahan
Dari Tabel diatas dapat
dilihat bahwa sangat mudahnya wisatawan mancanegara untuk mendapatkan produk wisata yang ada di
Batam yaitu sebesar = 47%, mudahnya wisatawan mancanegara untuk mendapatkan
produk wisata yaitu sebesar = 22% dan cukup mudah sebesar = 32% sedangkan yang
menyatakan tidak mudah adalah = 2.5% dan sangat tidak mudah adalah = 0. Jadi
paling banyak adalah sangat mudahnya wisatawan mancanegara untuk mendapatkan
produk - produk wisata di Batam, baik
produk wisata yang tersebar di dalam kota maupun disekitar pulau Batam dengan
dukungan kemudahan tranfortasi yang sudah tersedia.
Tabel .16
Pendapat Wisatawan Mancanegara Tentang Keamanan
dan Pelayanan
Produk Wisata
Jawaban
|
Frekuensi
|
%
|
Sangat Puas
|
13
|
32.5
|
Puas
|
8
|
20
|
Cukup Puas
|
11
|
27.5
|
Tidak Puas
|
6
|
15
|
Sangat Tidak Puas
|
2
|
5
|
Jumlah
|
40
|
100
|
Sumber:
Data Olahan
Dari Tabel diatas dapat
dilihat bahwa sangat puasnya wisatawan mancanegara terhadap keamanan dan
pelayanan produk wisata di Batam yaitu sebesar = 32.5%, yang menyatakan puas
adalah = 20%, cukup puas adalah = 27.5%, sedangkan yang menyatakan tidak puas
adalah = 15% dan sangat tidak puas = 5% jadi paling banyak adalah sangat
puasnya wisatawan mancanegara terhadap keamanan dan pelayanan produk wisata
yang ada di Batam sehingga perlu di pertahankan dan ditingkatkan dengan
melakukan koordinasi dan kerjasama yang baik dengan pihak – pihak yang
berkaitan langsung dalam mengembangkan produk – produk wisata serta yang sesuai dengan permitaan wisatawan
mancanegara.
F.3. Keterkaitan
Pengembangan Produk Wisata terhadap Motivasi Kunjungan Wisatawan Mancanegara
Pembahasan mengenai pengembangan produk wisata terhadap motivasi
kunjungan wisatawan mancanegara penulis mengunakan analisis deskriptip yang
berupa data kualitatif dan keseluruhan data yang diperoleh dari jawaban
wisatawan mancanegara yang masih merupakan data sementara itu diperoleh dari
variabel bebas (X) sedangkan data sementara untuk variabel terikat (Y) dapat
dilihat pada halaman lampiran.
Keterkaitan pengembangan produk –
produk wisata terhadap motivasi kunjungan dan tingkat kunjungan wisatawan
mancanegara merupakan tahap awal dalam menentukan produk – produk yang sesuai
dengan permintaan dan keingginan wisatawan mancanegara.
Dari hasil
penelitian bahwa produk – produk wisata dengan kriteria keunikan dan daya tarik
wisata , variasi pengembangan dan aksesbilitas serta jawaban yang diberikan
wisatawan mancanegara yang merupakan hasil penyebaran kuisioner dapat penulis
simpulkan yaitu terdapat hubungan yang erat antara pengembangan produk wisata dengan motivasi kunjungan wisatawan
mancanegara dan sebaliknya dari motivasi kunjungan wisatawan mancanegara dapat
ditentukan produk - produk wisata apa yang akan dikembangkan, sehingga
keterkaitan produk wisata dan motivasi kunjungan merupakan dua variable yang
memiliki keterkaitan yang erat.
Untuk lebih dapat memperjelas pembahasan mengenai motivasi kunjungan
wisatawan mancanegara dan keterkaitannya terhadap pengembangan produk wisata di
pulau Batam dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 17
Motivasi
Kunjungan Wisatawan Mancanegara yang merupakan
Hasil Penyebaran Kuisioner
No
|
Negara
|
Motivasi Kunjungan ke pulau
Batam
|
1
|
Singapura
|
Menikmati
Produk Wisata Hiburan, Wisata Pantai, Wisata Bahari, Wisata Religius, Kampung
Wisata,
|
2
|
Malaysia
|
Menikmati
Produk Wisata Sejarah, Wisata Religius, Wisata Belanja,Wisata Pulau, Wisata
Hiburan. dan Kampung Wisata.
|
3
|
Korea
|
Menikmati
Produk Wisata Sejarah dan Religus, Wisata Hiburan, Wisata Pantai dan Bahari,
Kampung Wisata serta wisata Belanja.
|
4
|
Taiwan
|
Menikmati
Produk Wisata Sejarah dan Religus, Wisata Hiburan, Wisata Pantai dan Bahari,
Kampung Wisata serta wisata Belanja.
|
5
|
Jepang
|
Menikmati
Wisata Pantai dan Bahari, Wisata Sejarah, Kampung Wisata, Wisata Hiburan dan
Wisata Belanja.
|
6
|
Australia
|
Menikmati
Produk Wisata Pantai, Wisata Bahari, Kampung Wisata, Wisata Hiburan dan
Wisata Sejarah
|
7
|
Amerika
|
Menikmati
Produk Wisata Pantai, Wisata Bahari, Kampung Wisata, Wisata Hiburan dan
Wisata Sejarah.
|
8
|
Eropa
|
Menikmati
Produk Wisata Pantai, Wisata Bahari, Kampung Wisata, Wisata Hiburan dan
Wisata Sejarah.
|
Sumber
data: Data Olahan
G. KESIMPULAN DAN SARAN
G.1. Kesimpulan
1.
Wisatawan
mancanegara yang berkunjung ke Batam pada umumnya berasal dari negara
Singapura, Malaysia, Korea, Taiwan, Jepang, Australia, Amerika dan Eropa
2.
Adapun
motivasi kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam adalah untuk menikmati produk
wisata pantai, wisata bahari, wisata pulau, kampung wisata, wisata sejarah,
wisata religius, wisata hiburan dan wisata belanja
G.2. Saran - saran
Dari hasil
kesimpulan diatas mengenai pengembangan produk wisata terhadap motivasi
kunjungan wisatawan mancanegara penulis menyarankan sebagai berikut:
1.
Pengembangan Produk produk
wisata pulau Batam sebaiknya didasarkan atas minat, motivasi dan keinginan
wisatawan mancanegara serta dari negara asal wisatawan.
2.
Pengembangan produk wisata
pulau Batam dalam jangka panjang perlu memprioritaskan pengembangan produk
wisata pantai, wisata bahari, wisata sejarah dan wisata hiburan serta wisata
belanja, hal ini di upayakan untuk dapat meninggkatkan lama tinggal (lengh
of stay) wisatawan mancanegara di pualu Batam.
3.
Dalam mengembangkan produk –
produk wisata diperlukan kerjasama yang erat antara stakeholders dan
pihak – pihak yang terkait, karena produk –
produk wisata merupakan produk yang tidak dapat berdiri sendiri tetapi
sangat tergantung pada bidang- bidang lain seperti bidang ekonomi, politi,
hukum, sosial dan budaya.
4.
Produk wisata yang ditawarkan haruslah
bervariasi dan atraktif, sehingga dapat menarik wisatawan mancanegara dari
berbagai segmen menegah – atas, kelompok keluarga dan usia lanjut yang berasal
dari negara- negara eropa.
5. Sebaikanya dilakukan perluasan jaringan dalam
mengembangkan dan memasarkan produk – produk wisata pulau Batam dengan tour
operator asing dari negara – negara yang menjadi pasar utama seperti,
Singapura, Malaysia dan Korea Selatan, Jepang dan Taiwan.
DAFTAR PUSTAKA
Agus
Sulastiyono, Jurnal Pariwisata, Penerbit Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung
Januari 2001.
Agus
Sulastiono, M.Si. Manajemen Penyelenggara Hotel, Seri Manajemen Usaha Jasa
Sarana Pariwisata dan Akomodasi,
Penerbit Alfabeta Bandung
Buku
Petunjuk Proposal dan Makalah, Akademi Pariwisata Engku Putri Hamidah,
Pekanbaru, 2005
Chafid Fandeli, Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan,
Rakor Kebudayaan Dan Pariwisata Jakarta 2003.
Deny Hidayati, Mujaiyani, Andi,Z, Laksmi,R, Ekowisata
Pembelajaran dari Kalimantan Timur, Penerbit Pustaka Sinar Harapan Jakarta
2003.
Glenn
F. Ross, Toeti Heraty Noerhadi, Psikologi Pariwisata, Penerbit Yayasan Obor
Indonesia Jakarta 1998.
Husein
Umar,Drs, S.E., M.M., M.B.A.Metode Penelitian Utuk Skripsi dan Tesis Bisnis,
Penerbit Raja Grafindo Persada, 2004
Oka
A Yoeti,Drs, Pemasaran Pariwisata, Penerbit Angkasa Bandung 1990
Oka
A Yoeti,Drs Komersialisasi Seni Budaya
dalam Pariwisata, Penerbit Angkasa Bandung 1994
Oka
A Yoeti, Drs, Pemasaran Pariwisata Terpadu, Penerbit Angkasa Bandung 1996
Rambat
Lupiyoadi, Manajemen Pemasaran Jasa Teori dan Praktek, Penerbit Salemba Empat
Jakarta 2001.
,Manajemen Pemasaran, Penerbit
Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.
Setyanto
P. Santosa, Kebijakan Teknis dan Strategi Pengembangan Kebudayaan dan
Pariwisata, Badan Pengembangan Kebudayan dan Pariwisata Jakarta 2003.
,Rencana Pemasaran Pariwisata Daerah, Penerbit
Deputi Bidang Pemasaran dan Kerjasama Luar Negeri Jakarta Agustus 2002.
.,Panduan Rencana
Pemasaran Pariwisata Daerah, Jakarta Desember 2000.
.,Pengembangan Pariwisata Sehat, Penerbit
Kementerian Kebudayan dan Pariwisata Jakarta November 2002.
Postingan penelitian yang sangat bermanfaat. Terima kasih
ReplyDelete