Saturday, July 11, 2015

ANALISIS PENGEMBANGAN PRODUK WISATA TERHADAP MOTIVASI KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA DI PULAU BATAM

Oleh : Sefrona Syaiful, SH., MM & Syamsul Asrar




A.      LATAR BELAKANG MASALAH
Sebagai salah satu industri terbesar setelah sumber daya migas, pariwisata menghasilkan jasa-jasa sebagai produk yang sangat dibutuhkan wisatawan mancanegara dalam setiap perjalanan mereka dimana produk-produk yang di hasilkan tidak hanya dari satu perusahaan saja tetapi banyak perusahaan dengan bermacam – macam jenis, oleh karena itu produk dalam industri pariwisata tidak dapat berdiri sendiri tetapi merupakan suatu paket yang tidak dapat dipisahkan
Kemajuan suatu daerah tujuan wisata sangat bergantung pada tersedianya produk-produk wisata unggulan dengan kualitas dan keanekaragaman dimana wisatawan yang berkunjung tidak hanya membeli produknya saja tetapi mereka akan membeli nilai dari produk yang di hasilkan oleh industri pariwisata suatu daerah.
Pengembangan pulau Batam direncanakan sebagai kota industri dan adanya perlakuan khusus terhadap pulau Batam yang memiliki letak strategis serta didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai membuat pulau Batam dapat menarik investasi swasta yang sangat besar terutama dalam pengembangan potensi sumber daya pariwisata.
Pariwisata di pulau Batam yang memiliki banyak potensi pariwisata seperti alam, pantai, laut, sejarah, sosial budaya, religius yang didukung kelengkapan sarana dan prasarana umum yang berstandart internasional, untuk itu diperlukan suatu perencanaan pariwisata yang matang dalam mengembangkan keanekaragaman produk-produk wisata pulau Batam dengan melihat kebutuhan dan keingginan wisatawan mancanegara.
Seiring dengan perkembangan Batam sebagai kota industri dalam realisasinya telah menimbulkan dampak positif, khususnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kegiatan pariwisata yang sangat pesat telah menjadikan Pulau Batam sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW) dan pintu gerbang wisatawan
Produk – produk wisata yang ada di pulau Batam memiliki tingkat keanekaragaman yang tinggi walaupun jumlahnya sangat terbatas. Produk wisata yang dapat dijumpai, antara lain :

a.       Produk obyek wisata pantai dan laut yang menakjubkan
b.      Produk wisata sejarah, budaya local
c.       Produk wisata religius
d.      Produk wisata hiburan
e.       Produk wisata hiburan, belanja
f.       Produk wisata mice, incentive tour, conference and exhibition ( mice )
g.      Produk industri perhotelan, Restoran dan lain – lain

Dengan kekayaan dan potensi sumber daya pariwisata tersebut seharusnya pulau Batam dapat menarik kunjungan wiasatawan mancanegara dalam jumlah yang banyak, namun karena belum berkembangnya produk – produk wisata tersebut membuat engannya wisatawan berkunjung dan hanya beberapa dalam jumlah yang sangat kecil yang datang dan hanya menikmati produk wisata hiburan dan belanja saja.
Dari hasil survei awal yang dilakukan penulis, maka fenomena tingkat motivasi kunjungan wisatawan mancanegara sangat berpengaruh terhadap produk – produk wisata yang di sediakan..
Dalam kaitan ini diperlukan perencanaan strategis dan diperlukan peran stakeholders dalam merencanakan pengembangan pariwisata dengan mempertimbangkan karakter sosial, ekonomi, ekologi dan politik serta aplikasi teknologi yang sesuai dengan karakteristik sumber daya pariwisata yang tersedia di pulau Batam.
           
B.       PEMBATASAN MASALAH
Sehubungan dengan keterbatasan penulis, maka penelitian ini lebih terkosentrasi hanya dibatasi pada:
1.      Pengembangan produk wisata apakah yang akan dikembangkan untuk wisatawan mancanegara?
2.      Apakah produk – produk wisata jasa yang telah ada pada saat ini disenangi oleh wisatawan mancanegara?
3.      Apakah pengembangan produk wisata memiliki keterkaitan dengan motivasi kunjungan wisatawan mancanegara?
4.      Pengembangan produk wisata yang ada pada saat ini hanya sebatas hiburan, rekreasi dan belanja saja, Apakah ada pengembangan produk wisata prioritas untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara?

C.      PERUMUSAN MASALAH
Bertitik tolak pada latar belakang masalah dan batasan masalah maka bahwa pariwisata pulau Batam yang memiliki banyak potensi sumber daya pariwisatanya namun belum dikembangkan dan dikelola secara baik, maka penulis mencoba merumuskan bahwa permasalahan yang layak untuk diketengahkan adalah:
“Apakah Produk-Produk Wisata Yang Dikembangkan Untuk Wisatawan Mancanegara Dapat Memotivasi Kunjungan Para Wisatawan”

D. TINJAUAN TEORITIS
D1. Filosofi Kepariwisataan

            Bila pariwisata dilihat sebagai suatu jenis usaha yang memiliki nilai ekonomi. Maka pariwisata adalah sebagai suatu proses yang dapat menciptakan nilai tambah terhadap barang dan atau jasa sebagai satu kesatuan produk.

            Kata wisata berasal dari bahasa jawa kuno, dan menurut kamus besar bahasa Indonesia, kata wisata tergolong verbal (kata kerja) dan bermakna (1) Berpergian bersama – sama (untuk memperluas pengetahuan, bersenang – senang, dsb) dan (2) piknik. Sedangkan kata wan dalam bahasa Jawa kuno bermakna semua “segala” “sekitar” atau sekeliling. Maka pariwisata dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata yang berakibat pada terjadinya interaksi antar manusia (idividu – individu atau kelompok) dengan perilakunya masing – masing.(Agus Sulastiyono,2001:40)

            Secara filosofis, lahirnya kegiatan pariwisata berawal dan manusia dan perilakunya. Manusia sebagai makhluk hidup yang berbudaya, adalah manusia yang memiliki cara hidup yang dikembangkan oleh sebuah masyarakat guna memenuhi kebutuhan dasarnya untuk tetap bertahan hidup, meneruskan keturunan dan mengatur pengalaman sosialnya. Manusia yang berbudaya senantiasa berusaha mengapresiasi terhadap hal–hal yang menarik perhatiannya.(Agus Sulastiyono,2001:41)

D.2.     Pengertian Pengembangan Produk
            Pengertian pengembangan suatu produk pada dasarnya adalah usaha yang dilakukan secara sadar dan berencana untuk mengembangkan atau memperbaiki produk yang sedang berjalan atau menambah jenis produk yang dihasilkan.
            Umumnya suatu produk baru yang dihasilkan hendaklah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Jadi produk tersebut harus dapat dipasarkan oleh karena itu produk baru tidak mungkin dihasilkan secara kebetulan, teteapi harus melalui suatu riset dan analisa pasar. Dengan perkataan lain pengembangan produk baru harus ditinjau sebagai tanggung jawab manajemen tingkat atas. Dengan demikian sifat produk baru yang dihasilkan itu telah dipertimbangkan secara matang dan objektif. Disamping itu perlu dilakukan modifikasi produk lama untuk dapat menyesuaikan diri dengan produk pasar yang berubah-ubah. Dengan cara demikian produk tersebut masih dapat diperluas pemakaiannya sehingga dapat memperkuat posisi dalam pasar yang telah ada.
Dalam kepariwisataan, pengembangan produk perlu menjadi pemikiran ahli-ahli pariwisata, khususnya para pengelola yang langsung menangani sektor  kepariwisataan tersebut. Seperti kita ketahui produk industri pariwisata itu sangat berfariasi dan bermacam-macam sesuai dengan keinginan dan kemampuan wisatawan itu sendiri.
Berhubungan produk dalam kepariwisataan pada umumnya berupa satu “Packages” maka pengembangan produk itu hendaknya mencakup semua unsure  yang melengkapi suatu “Packages Tours” tersebut.
Jadi pengembangan produk baru itu  dapat meliputi perubahan perbaikan pelayanan semenjak seorang wisatawan meninggalkan tempat kediamannya sampai ketempat / objek wisata yang dituju sampai kembali ketempat asalnya dimana ia tinggal.
Secara mikro pengembangan produk dalam iundustri wisatawan dapat berupa : a. Travel Agents
  b. Tourist  Transportations
  c. Hotel
  d. Bar dan Restoran
  e. Tour Operator
  f. Tourist Objects
Objek pariwisata dan segala atraksi yang diperlihatkan merupakan daya tarik utama, mengapa seseorang dating berkunjung pada suatu tempat. Oleh karena itu keaslian dari objek yang disuguhkan haruslah dipertahankan sehingga wisatawan hanya ditempat tersebut dapat melihat dan menyaksikan objek-objek tersebut.
Untuk konsumsi wisatawan selain terpelihara keasliannya perlu diciptakan variasi objek dan atraksi yang akan dijual. Disinilah pentingnya pengembangan produk ( Product Development) dalam industri kepariwisataan. Banyaknya objek dan atraksi yang akan dijual sangat besar pengaruhnya untuk memperpanjang lama tinggal ( Length of Stay) dan selanjutnya dengan lama tinggal wisatawan relatif akan memperbanyak devisa masuk dan meningkatkan penghasilan daerah.

D.3.     Pengertian Perencanaan
Perencanaan merupakan panduan yang diperlukan untuk mencapai sasaran – sasaran yang dikehendaki dan sebagai alat untuk pengelolaan  dan pengembangan pariwisata baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. (Oka.A.Yoeti, 1999:99)
Pengertian perencanaan tersebut diatas merupakan penjabaran dari strategi yang telah ditetapkan sebelumnya, dan merupakan sarana untuk menyeimbangkan pengembangan pariwisata dari ketersediaan produk ( produk supply ) seperti obyek wisata, atraksi wisata, fasilitas infrastruktur pariwisata dan permintaan produk  sesuai dengan jumlah dan tife wisatawan.
Perencanaan pariwisata harus dilakukan sebelum melaksanakan tindakan – tindakan, akan tetapi dalam kenyataannya kerapkali tindakan – tindakan dilakukan tanpa direncanakan terlebih dahulu. Perencanaan merupakan penghubung antara keinginan untuk mencapai sesuatu yang realisasi dari pada keinginan tersebut dan Dengan perencanaan yang tepat akan membuka cara – cara baru untuk melaksanakan pekerjaan dan akan memerlukan pekerjaaan khusus yang sama sekali tidak diketahui oleh si perencana (pllaner).

D.4.     Perencanaan sebagai sebuah Konsep dan Proses
Perencanaan adalah kegiatan melakukan “prediksi” dan “antisipasi”. Dalam suatu perencanaan adanya perkiraan terhadap masa depan, tidak saja dalam jangka pendek namun juga jangka panjang.(Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, 2002 Pemasaran Pariwisata: 22)
Pada awalnya perencanaan masih merupakan sebuah konsep yang diartikan sebagai “rencana”. Namun pada umumnya rencana tersebut seringkali tidak dapat digunakan (diaplikasikan) ketika rencana itu selesai disusun. Dan disinilah kemudian tumbuh satu pengertian baru dimana perencanaan diangap sebagai sebuah “proses”. Saat ini secara praktis perencanaan disebut sebagai perencanaan “stratejik” yang lebih mengutamakan pelaksanaan (implementasi) dari pada hanya sebuah pernyataan strategi semata.

D.5.     Pengertian Produk Wisata
Menurut Medlik dan Midd Leton “ Product ” dalam industri pariwisata adalah semua jasa – jasa servis yang dibutuhkan wisatawan semenjak ia berangkat meningalkan tempat kediamannya, sampai ia kembali kerumahnya dimana ia tinggal.( Oka.A.Yoeti, 1999:99)
Dari pengertian diatas bahawa produk industri pariwisata terdiri dari bermacam–macam unsur atau merupakan suatu
“package” yang tidak terpisah dan tidaklah berdiri sendiri sangat bergantung kepada bidang-bidang lain yang dapat mendukung perkembangan produk wisata tersebut.
Sedangkan produk menurut Rambat Lupiyoadi adalah merupakan keseluruhan konsep objek atau proses yang memberikan sebuah nilai mamfaat kepada konsumen.( Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, 2002   Pemasaran Pariwisata: 20)
            Sehingga sangat perlu diperhatikan dalam setiap produk dimana konsumen tidak hanya membeli fisik dari produk itu saja tetapi membeli keuntungan dan nilai dari produk tersebut.
            Produk pariwisata terdiri dari bermacam – macam unsur atau merupakan satu “package” yang tidak dapat dipisahkan, yang secara spesifik dapat dibagi kedalam 4 (empat) karakter produk yaitu:
1.      (intangible) Produk – produk pariwisata yang tidak dapat dilihat, dirasakan, diresapi, didengar atau dicicipi sebelum produk itu dibeli, dalam hal ini seorang konsumen produk pariwisata pada umumnya tidak membawa pulang apa yang dibelinya namun akan membawa kenangan  terhadap produk tersebut. Dengan kata lain seorang wisatawan akan pulang dengan tangan kosong tapi dengan kepala penuh kenangan terhadap daerah – daerah dan obyek – obyek pariwisata yang telah dikunjunginya.

2. Produk pariwisata saling terkait dengan faktor – faktor lainya (inseparability)
      Yaitu Produk yang memiliki keterkaitan antara penyedia jasa dengan konsumen (wisatawan) dimana keduanya harus saling mendapatkan kecocokan dan keterkaitan untuk terjadinya suatu transaksi pembelian produk, misalkan sebuah retoran yang memiliki masakan yang sangat lezat tidak akan berarti apa apa manakala pelayan yang menyajikanya memiliki kelakuan yang buruk dan tidak memberikan perhatian kepada pelangganya, yang pada akhirnya akan bermuara pada ketidakpuasan pengalaman konsumen terhadap restoran tersebut.

3.   Produk pariwisata yang memiliki tingkat keragaman yang tinggi
        Yaitu produk pariwisata yang beragam, dimana kualitasnya akan tergantung pada siapa yang meyajikan dan kapan serta dimana produk atau layanan pariwisata akan sangat tergantungkepadapara ketrampilan dan keahlian para penyedia produk/ layanan tersebutpada saat terjadi transaksi.


D.6.     Kebutuhan Terhadap Perencanaan Pariwisata
Pariwisata memiliki dampak yang luas terhadap keberadaan suatu daerah, baik yang bersifat fositif (seperti penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja baru, penerimaan pajak dan sebagainya) maupun yang sifatnya negatif seperti limbah, polusi, kemacetan, timbulnya penyakit sosial dan sebagainya.(Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, 2002 Pemasaran             Pariwisata: 6)
Perencanaan sebagai suatu proses yang melihat masa depan dan mengkaitkanya dengan berbagai kondisi antisipasi selanjutnya akan menjadi satu – satunya cara untuk mencapai keuntungan yang diharapkan dari satu pengembangan kepariwisataan suatu daerah.

D.7.     Pengertian Pemasaran
Terminilogi pemasaran yang diungkapkan oleh Kotler (1998) mengartikan pemasaran sebagai suatu proses manajerial dimana individu – individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciftaan  serta pertukaran produk dan nilai.(Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, 2002 Pemasaran Pariwisata: 5)
Pengertian diatas secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu proses dan aktivitas – aktivitas untuk mengantisipasi permintaan, mengenali permintaan, mendorong timbulnya permintaan dan memuaskan permintaan dan disimpulkan bahwa pemasaran pariwisata lebih terkait dengan pasar dari suatu daerah tujuan wisata dan seluruh produk pariwisata itu sendiri.
Sedangkan pemasaran yang diungkapkan oleh Edwards A. Duddy A.M dan David A. Revzan adalah suatu proses ekonomi, dengan alat – alat mana barang – barang dan jasa – jasa itu ditentukan dalam bentuk nilai – nilai uang.( Oka.A.Yoeti, 1999:27)
Pengertian pemasaran dalam kepariwisataan yang di ungkapkan oleh J. Krippendorf adalah suatu sistim dan koordinasi yang harus dilaksanakan sebagai kebijaksanaan bagi perusahaan – perusahanan yang bergerak dalam bidang kepariwisataan, apakah usaha swasta atau pemerintah, baik dalam ruang lingkup local, regional, nasional dan internasional untuk mencapai kepuasan optimal atas kebutuhan – kebutuhan wisatawa dan group lain disamping untuk mencapai keuntungan yang wajar.( Oka.A.Yoeti, 1999:30)
           

D.8.     Bauran Pemasaran (marketing mix)
Perencanaan pemasaran tidak dapat dilepaskan dari bauran pemasaran (marketing mix), yaitu sekumpulan variable yang dapat dikendalikan dan diolah untuk dapat memuaskan wisatawan. Bauran pemasaran sebenarnya merupakan strategi untuk meraih pasar sasaran, atau lebih dikenal dengan strategi pemasaran.(Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, 2002 Pemasaran Pariwisata: 22)

D.9.     Citra Daerah Tujuan Wisata (Tourism Destination Image)
Sebagian orang mengatakan citra adalah kesan atau pengaruh dari apa yang dilihatnya. Namun secara umum citra dapat diterjemahkan sebagai “ suatu pemahaman pribadi, internal dan konseptual tentang apa yang diketahui”(Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, 2002 Pemasaran         Pariwisata: 20)
Sementara citra produk sendiri adalah merupakan bagian tak terpisahkan dari produk yang bersangkutan, termasuk didalamnya kualitas, fungsi, harga desain dan nilainya.
Daerah tujuan wisata adalah salah satu produk yang paling kompleks serta terbentuk dari beberapa faktor seperti iklim, infrastruktur dan berbagai atribut alam maupun budaya. Dalam hal ini suatu daerah tujuan wisata sangat memerlukan citra untuk dapat dijual/ dipasarkan sebagai sebuah produk pariwisata. (Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, 2002 Pemasaran Pariwisata: 21)
 Berbagai riset menyatakan bahwa, terdapat hubungan yang sangat erat antara citra suatu daerah tujuan wisata dengan kunjungan wisatawan . untuk menciptakan suatu citra yang dapat memberikan pengaruh besar dalam pembentukan citra adalah pengalaman langsung yang dialami oleh wisatawan  sebagai seorang konsumen.

D.10. Organisasi dan Sistim Pendukung Manajemen
Dalam perencanaan pengembangan pariwisata stratejik sangat dibutuhkan sebuah organisasi/ institusi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, didalam lingkungan yang berubah secara dinamis. Konsekwensinya adalah, dibutuhkan sebuah organisasi yang mempunyai kemampuan, struktur dan sumber daya manusia untuk melakukan berbagai rencana tersebut.(Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, 2002 Pemasaran Pariwisata: 113)
Dalam Perencanaan pengembangan pariwisata dibutuhkan 2 (dua) unsur pokok terkait dengan organisasi yaitu:
1.      Organisasi Pariwisata Daerah
2.      Sistim Pendukung Manjemen
Dalam era otonomi daerah peran pemerintah dibidang pariwisata adalah sebagai perencana dan pelaksana program sangat erat hubungannya dengan unsur perencanaan. Bahkan sebagaimana tercantum didalam pemerintah RI No. 25 tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan propinsi sebagai daerah otonom, disebutkan bahwa kewenangan pemerintah daerah dalam bidang pariwisata difokuskan pada kegiatan promosi, yang dalam hal ini merupakan salah satu dari aktivitas pemasaran.
Sebuah organisasi/ instansi pariwisata dituntut untuk berperan dalam aktivitas promosi khususnya sebagai upaya pengembangan citra daerah sebagai daerah tujuan wisata (destination image). 

E. METODOLOGI PENELITIAN

E.1.     Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini penulis lakukan di pulau Batam tepatnya pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam yang berada di jalan Engku Putri No. 1 Batam Center.

E.2. Jenis Data
a.       Data Primer
            Yaitu data yang diperoleh langsung dari daerah – daerah pengembangan pariwisata dan langsung dari wisatawan mancanegara yang berkunjung ke pulau Batam.

b.      Data Skunder
            Yaitu pengumpulan data yang sudah jadi dan diperoleh dari Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Badan Touris Promotion Board, Asosiasi Jasa Hiburan Batam, Persatuan Hotel Restoran Indonesia, ASITA yamg merupakan perencanaan pengembangan produk wisata, konsep dan strategi yang digunakan dalam mengembangkan kawasan pariwisata yang

E.3.  Populasi dan Sampel
a.         Populasi
Populasi yang akan dijadikan objek penelitian dalam rangka pengembangan produk - produk wisata pulau Batam adalah wisatawan mancanegara yang dipilih secara acak dengan jumlah 40 orang dengan mengunakan teknik sensus dan kuesioner.

b.        Sampel
Sedangkan yang menjadi sample dalam penelitian ini adalah wisatawan mancanegaradengan jumlah 40 ( empat pulauh) orang yang teridiri dari :

1.         Wisatawan Asal Singapura 9 orang
2.         Wisatawan Asal Malaysia 8 orang
3.         Wisatawan Asal Korea 6 orang
4.         Wisatawan Asal Taiwan 5 orang
5.         Wisatawan Asal Jepang 6 orang
6.         Wisatawan Asal Australia 3 orang
7.         Wisatawan Asal Amerika 3 orang


E.4. Metode Pengumpulan Data
a.       Observasi
Yaitu dengan melakukan pengamatan langsung pada kawasan – kawasan yang memiliki pontensi untuk dikembangkan sebagai produk wisata ungulan  pulau Batam.

b.      Teknik Wawancara
Yaitu dengan melakukan wawancara kepada pimpinan Dinas Pariwisata dan lembaga – lembaga pegembangan pariwisata serta pengusaha – pengusaha pengembangan pariwisata.

c.       Kuisioner
            Yaitu Pengumpulan data dengan cara menyusun pertanyaan  yang di ajukan kepada beberapa wisatawan mancanegara yang berkunjung ke pulau Batam.

E.5. Analisa Data
Setelah data yang diperoleh dalam penelitian ini kemudian data tersebut dikumpulkan lalu dianalisa sesui dengan jenis dan macam data dengan mengunakan metode deskriptif.
Metode Deskriptif adalah bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang tata cara penyusunan dan penyajian data yang dikumpulkan dalam satu penelitian. Data yang berupa data kualitatif diolah sehingga menjadi data yang sifatnya kuantitatif dan disajikan dalam bentu tabel dan kemudian dipersentasekan guna penarikan kesimpulan.
Data yang di peroleh dari lokasi penelitian dan pendapat responden yaitu wisatawan mancanegara dikumpulkan dianalisis dengan memberikan nilai bobot terhadap produk – produk wisata dan pendapat wisatawan, dimana nilai bobot tersebut ditentukan dengan kriteria – kriteria antara lain: Keunikan, Daya Tarik Wisata, Variasi Pengembangan, Atraksi wisata dan Aksesibilitas dengan ketentuan skor pada setiap jawaban adalah sebagai berikut:

1. SM        = Sangat Menarik (5)
2. M          = Menarik (4)
3. CK        = Cukup Menarik (3)
4. TM        = Tidak Menarik (2)
5. STM     = Sangat Tidak Menarik (1)

F. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
F.1.      Analisis Pengembangan Produk Wisata
Pegembangan produk wisata telah berubah kearah pengembangan yang di upayakan pada pariwisata baru yang melahirkan produk – produk alternatif yang berkualitas melalui proses kreatif. Dimana konsep pariwisata baru banyak di jumpai pada wisatawan mancanegara dengan segala eksklusifitasnya merupakan wisatawan yang menepatkan pariwisata sebagai bagian utama dalam hidup, dan cenderung untuk memiliki kebutuhan akan pemenuhan keinginan pribadi  yang sangat tinggi dan  menyenangi interaksi yang tinggi dengan komunitas.
Kondisi ini telah menuntut pelaku kepariwisataan di pulau Batam untuk lebih berpacu dan meningkatkan kualitas produk – produk wisata (supply)  melalui kreatifitas yang tinggi untuk dapat mengantisipasi perubahan – perubahan permintaan wisatawan mancanegara (demand) yang semakin cepat dan seketika. Produk – produk kegiatan pariwisata yang ditawarkan pulau Batam saat ini hanya mampu menarik wisatawan mancanegara dalam jumlah kecil berusia muda dan tua dimana sebagian wisatawan melakukan perjalanan secara individu dan dalam kelompok kecil dengan lama tinggal rata- rata 2 hari.
Pada bagian ini penulis mencoba menjelaskan produk  - produk wisata yang layak dikembangkan untuk wisatawan mancanegara, yang mana data tersebut penulis ambil langsung dari lokasi penelitian  dan menganalis dengan memberikan nilai bobot terhadap produk – produk wisata, dimana nilai bobot tersebut ditentukan dengan kriteria – kriteria antara lain: Keunikan, Daya Tarik Wisata, Variasi Pengembangan dan Atraksi wisata dan akses dengan jumlah skor satu (1) sampai dengan lima (5).

Tabel 1
Analisis Pengembangan Produk Wisata Pantai dan Bahari
Produk
Wisata Pantai
Keunikan dan
Daya Tarik
Wisata
Skor (1-5)
Variasi Pengembangan
Skor (1-5)

Aktraksi wisata
Skor (1-5)
Pantai Marina
4
5
5
Pantai Nongsa
5
4
5
Pantai Panau
2
3
3
Pantai Melur
4
4
4
Pantai Galang
4
5
4
Pantai Bulan
3
2
4
Jumlah Bobot
21
22
25
Rata – rata
3.5
3.6
4.16
  Sumber = Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Dari tabel diatas dapat dilihat dari jumlah produk wisata pantai dan wisata bahari yang akan dikembangkan maupun yang sudah dikembangkan memiliki potensi yang menarik motifasi wisatawan antara lain adalah kondisi pantai yang relatif landai dan berpasir putih, keindahan alam dengan panorama laut yang masih asli, terumbu karang, gelombang pantai serta untuk menikmati atraksi wisata seperti berenang, berlayar, memancing, jet sky, diving, snorkeling,  kesenian tradisional melayu dan santap seafood.
 Sedangkan kriteria keunikan dan daya tarik wisata pantai dan bahari rata – rata 3.5 atau sangat menarik bagi wisatawan mancanegara dan variasi pengembangan yaitu rata – rata 3.6 atau sangat bervariasi dan layak dikembangkan untuk wisatawan sedangkan atraksi wisata yaitu rata – rata 4.16 atau sangat menarik bagi wisatawan mancanegara, dengan jumlah bobot dan nilai rata - rata produk wisata pantai dan bahari memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan untuk wisatawan mancanegara.
 
Tabel 2
Analisis Pengembangan Produk Wisata Pulau
Produk Wisata Pulau
Keunikan dan
Daya Tarik
Wisata
Skor (1-5)
Variasi Pengembangan
Skor (1-5)

Atraksi wisata
Skor (1-5)
Pulau Telenjeh
3
3
4
Pulau Dompu
4
3
4
Pulau Buluh
4
2
3
Pulau Abang
4
3
3
Pulau Ngenang
4
4
4
P.Belakang Padang
3
4
5
Pulau Sekilak
4
5
3
Pulau Manis
4
2
4
Pulau Dendang
4
3
4
Pulau Nipah
4
2
4
Jumlah Bobot
38
31
38
Rata - rata
3.8
3.1
3.8
            Sumber = Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Dari tabel diatas dapat dilihat jumlah produk wisata pulau cukup banyak dan diketahui bahwa  wilayah  Batam di kelilinggi pulau yang memiliki potensi yang dapat memotivasi wisatawan mancanegara untuk menikmati keindahan alam dan fanorama laut, gugusan pulau – pulau kecil, hutan bakau, memancing dan menikmati atraksi atraksi wisata yang dipertunjukan masyarakat setempat antara lain kesenian tradisional melayu, musik, tarian dan menikmati makanan khas tempatan.
Sedangkan kriteria keunikan dan daya tarik wisata pulau rata – rata 3.8 atau sangat menarik bagi wisatawan mancanegara dan variasi pengembangan yaitu rata – rata 3.1 atau sangat bervariasi dan layak dikembangkan untuk wisatawan sedangkan atraksi wisata yaitu rata – rata 3.8 atau sangat menarik bagi wisatawan mancanegara, dengan jumlah bobot dan nilai rata - rata produk wisata pulau - pulau memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan untuk wisatawan mancanegara. hal ini dapat dilihat dari pendapat wisatawan mancanegara bahwa sangat menariknya produk wisata pulau.

Tabel 3
Analisis Pengembangan Produk Wisata Kampung
Produk Wisata
Kampung / Desa
Keunikan dan
Daya Tarik
Wisata
Skor (1-5)
Variasi Pengembangan
Skor (1-5)

Atraksi wisata
Skor (1-5)
Kampung Nongsa
2
2
3
Batu Besar/Jabi
5
5
3
Bengkong Laut
3
2
3
Bukit Senyum
3
2
3
Desa Tg. Riau
4
1
2
Desa Sembulang
3
2
3
Desa Bulang
5
5
4
Jumlah Bobot
25
19
22
Rata - rata
3.57
2.71
3.14
            Sumber = Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
 Dari tabel diatas dapat dilihat jumlah produk kampung – kampung wisata cukup banyak dan diketahui  memiliki potensi yang dapat memotivasi wisatawan mancanegara untuk menikmati wisata yang dipertunjukan masyarakat kampung setempat antara lain kesenian tradisional melayu, musik, tarian dan menikmati makanan khas tempatan.
Sedangkan kriteria keunikan dan daya tarik kampung wisata rata – rata 3.57 atau sangat menarik bagi wisatawan mancanegara dan variasi pengembangan yaitu rata – rata 2.27 atau sangat bervariasi dan layak dikembangkan untuk wisatawan sedangkan atraksi wisata yaitu rata – rata 3.14 atau sangat menarik bagi wisatawan mancanegara, dengan jumlah bobot dan nilai rata - rata produk kampung wisata memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan untuk wisatawan mancanegara, hal ini dapat dilihat dari pendapat wisatawan mancanegara bahwa sangat menariknya produk wisata kampung/ Desa wisata

Tabel  4
Analisis Pengembangan Produk  Wisata Sejarah dan Religius
Produk Wisata Sejarah dan Religius
Keunikan dan
Daya Tarik
Wisata
Skor (1-5)
Variasi
Pengembangan
Skor (1-5)

Akses
Skor (1-5)
Masjid Raya
4
2
5
Makam Keramat Sekupang
3
1
5
Makam Keramat H. Daeng Fuang
3
1
2
Camp Vietnam
5
4
4
Kelenteng Cetya Tridarma
3
2
4
Maha Vihara Duta Maitereya
3
1
4
Jumlah Bobot
21
11
25
Rata - rata
3.5
1.8
4.16
            Sumber = Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Dari tabel dapat dilihat bahwa pulau Batam memiliki produk wisata sejarah dan wisata religius dan pada umumnya kegiatan dilakukan wisatawan mancanegra antara lain kegiatan keagamaan, Doa, Ziarah ke makam – makam, perayaan hari – hari besar keagamaan
Sedangkan kriteria keunikan dan daya tarik wisata sejarah dan wisata religius rata – rata 3.5 atau sangat menarik bagi wisatawan mancanegara dan variasi pengembangan yaitu rata – rata 1.8 atau sangat bervariasi dan layak dikembangkan untuk wisatawan sedangkan atraksi wisata yaitu rata – rata 4.16 atau sangat menarik bagi wisatawan mancanegara, dengan jumlah bobot dan nilai rata - rata produk wisata sejarah dan wisata religius memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan untuk wisatawan mancanegara, hal ini dapat dilihat dari pendapat wisatawan mancanegara bahwa sangat menariknya produk wisata sejarah dan wisata religius.  


Tabel 5 
Analisis Pengembangan Produk Wisata Hiburan
Produk Wisata Hiburan

Keunikan dan

Daya Tarik
Wisata
Skor (1-5)

Variasi

Pengembangan
Skor (1-5)

 

Akses

Skor (1-5)
Diskotik
5
4
4
Pub & Loung/ Karaoke
5
3
5
Bowling Centre
3
1
2
Ketangkasan Elektronik
5
5
4
Panti Pijat
5
4
4
Bioskop
2
1
2
Golf
5
4
3
Jumlah Bobot
30
22
24
Rata – rata
4.28
3.14
3.42

            Sumber = Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Produk wisata hiburan merupakan salah satu produk yang diminati wisatwan mnacanegara, dengan kemudahan – kemudahan fasilitas hiburan yang disediakan menjadikan produk wisata ini terus meningkat  dan memiliki peluang yang sangat besar bagi wisatawan mancanegara,Sedangkan kriteria keunikan dan daya tarik produk wisata hiburan rata – rata 4.28 atau sangat menarik bagi wisatawan mancanegara dan variasi pengembangan yaitu rata – rata 3.14 atau sangat bervariasi dan layak dikembangkan untuk wisatawan sedangkan atraksi wisata yaitu rata – rata 3.42 atau sangat menarik bagi wisatawan mancanegara, dengan jumlah bobot dan nilai rata - rata produk wisata hiburan memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan untuk wisatawan mancanegara, hal ini dapat dilihat dari pendapat wisatawan mancanegara bahwa sangat menariknya produk wisata hiburan. 


Tabel 6 
Analisis Pengembangan Produk Wisata Belanja
Produk Wisata Belanja
Keunikan dan
DayaTarik
Wisata
Skor (1-5)
Variasi
Pengembangan
Skor (1-5)

Akses
Skor (1-5)
Plaza Robinson
3
4
4
Plaza Ramayana
3
4
4
Plaza Mega Moll
5
5
5
Lucky plaza
3
4
4
Plaza Center Poin
3
3
4
Plaza Apiari
4
3
3
Plaza DC mall
5
4
3
Plaza Barata
4
4
4
Top 100 Penuin
4
4
3
Jumlah Bobot
34
35
34
Rata – rata
3.77
3.88
3.77

            Sumber = Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa produk wisata belanja yang ada di Batam rata - rata memiliki keunikan dan daya tarik wisata sebesar 3.77 atau sangat menarik bagi wisatawan mancanegara untuk variasi pengembangan yaitu rata – rata 3.88 dan akses  rata – rata 3.77 dengan jumlah bobot tersebut diatas produk wisata belanja merupakan salah satu produk andalan dan memiliki peluang yang sangat besar apabila dikembangkan untuk wisatawan mancanegara.

F.2.      Analisis  Motivasi Kunjungan Wisatawan Mancanegara
Untuk menganalisis motivasi kunjungan wisatawan mancanegara ke pulau Batam dan keterkaitannya dengan pengembangan produk wisata, penulis mengunakan kuisioner/pertanyaan kepada empat puluh (40) wisatawan dari berbagai negara mengenai pendapat mereka tentang produk – produk wisata di pulau Batam dan pertanyaan ini  pada dasarnya memberikan prioritas terhadap pengembangan produk wisata yang diharapkan sesuai dengan kebutuhan atau permintaan(demand) serta untuk meningkatkan kunjungan  wisatawan mancanegara.
Pendapat wisatawan mancanegara tentang produk - produk wisata pada tabel berikut yang merupakan hasil kusioner



Tabel 7
Pendapat Wisatawan Mancanegara Tentang  Produk Wisata Pantai
Jawaban
Frekuensi
%
Sangat Menarik
22
55
Menarik
10
25
Cukup Menarik
5
12.5
Tidak Menarik
2
5
Sangat Tidak Menarik
1
2.5
Jumlah
40
100

            Sumber: Data Olahan
            Dari Tabel diatas dapat dilihat bahwa pendapat wisatawan yang menyatakan sangat menariknya produk wisata pantai adalah sebesar =55%, menarikannya produk wisata pantai = 25 % dan  cukup menariknya  produk wisata pantai adalah =12.5% sedangkan wisatawan yang menyatakan tidak menarik adalah = 5% dan sangat tidak menarik = 2.5%  jadi pendapat wisatawan mancanegara yang paling banyak adalah sangat menariknya produk wisata pantai, kondisi ini menyatakan produk wisata pantai sangat diminati wisatawan mancanegara, sehingga perlu dikembangkan dalam skala besar sesuai dengan potensi pariwisata dan karakteristik masing - masing daerah pantai. 



Tabel 8
Pendapat Wisatawan Mancanegara Tentang  Produk Wisata Bahari
Jawaban
Frekuensi
%
Sangat Menarik
18
45
Menarik
11
27.5
Cukup Menarik
11
27.5
Tidak Menarik
0
0
Sangat Tidak Menarik
0
0
Jumlah
40
100

            Sumber : Data Olahan
            Dari Tabel diatas dapat dilihat bahwa pendapat wisatawan yang menyatakan sangat menariknya produk wisata bahari adalah sebesar =45%, menarikannya produk wisata bahari = 27.5 % dan  cukup menariknya  produk wisata bahari adalah =27.5% sedangkan wisatawan yang menyatakan tidak menarik adalah = 0 dan sangat tidak menarik  = 0 jadi pendapat wisatawan mancanegara yang paling banyak adalah sangat menariknya produk wisata bahari, kondisi ini menyatakan produk wisata bahari sangat diminati wisatawan mancanegara, sehingga perlu dikembangkan dalam skala besar sesuai dengan potensi wisata bahari yang ada di Batam.



Tabel 9

Pendapat Wisatawan Mancanegara Tentang  Produk Wisata Pulau
Jawaban
Frekuensi
%
Sangat Menarik
13
32.5
Menarik
15
37.5
Cukup Menarik
5
12.5
Tidak Menarik
7
17.5
Sangat Tidak Menarik
0
0
Jumlah
40
100

Sumber: Data Olahan
            Dari Tabel diatas dapat dilihat bahwa pendapat wisatawan yang menyatakan sangat menariknya produk wisata pulau adalah sebesar =32.5%, menarikannya produk wisata pulau = 37.5% dan  cukup menariknya  produk wisata pulau adalah =12.5% sedangkan wisatawan yang menyatakan tidak menarik adalah = 17.5% dan sangat tidak menarik = 0 jadi pendapat wisatawan mancanegara yang paling banyak adalah menariknya produk wisata pulau, kondisi ini menyatakan produk wisata pulau menarik bagi wisatawan mancanegara, sehingga perlu dikembangkan dalam skala besar sesuai dengan potensi pariwisata dan karakteristik masing - masing  pulau.



Tabel 10
Pendapat Wisatawan Mancanegara Tentang  Produk Wisata Kampung
Jawaban
Frekuensi
%
Sangat Menarik
12
30
Menarik
10
25
Cukup Menarik
8
20
Tidak Menarik
6
15
Sangat Tidak Menarik
4
10
Jumlah
40
100

            Sumber: Data Olahan

             Dari Tabel diatas dapat dilihat bahwa pendapat wisatawan yang menyatakan sangat menariknya produk wisata kampung adalah sebesar =30%, menarikannya produk wisata kampung = 25 % dan  cukup menariknya  produk wisata pantai adalah = 20% sedangkan wisatawan yang menyatakan tidak menarik adalah = 15% dan sangat tidak menarik = 5%  jadi pendapat wisatawan mancanegara yang paling banyak adalah sangat menariknya produk wisata kampung yang ada di Batam, kondisi ini menyatakan produk wisata kampung sangat diminati wisatawan mancanegara, sehingga perlu dikembangkan dalam skala besar sesuai dengan potensi pariwisata dan karakteristik masing – masing kampung.




Tabel 11
Pendapat Wisatawan Mancanegara Tentang Produk Wisata Sejarah
Jawaban
Frekuensi
%
Sangat Menarik
13
32.5
Menarik
12
30
Cukup Menarik
9
22.5
Tidak Menarik
3
7.5
Sangat Tidak Menarik
3
7.5
Jumlah
40
100

Sumber: Data Olahan

            Dari Tabel diatas dapat dilihat bahwa pendapat wisatawan yang menyatakan sangat menariknya produk wisata sejarah adalah sebesar =32.5%, menarikannya produk wisata sejarah = 30% dan  cukup menariknya  produk wisata sejarah adalah =22.5% sedangkan wisatawan yang menyatakan tidak menarik adalah = 7.5% dan sangat tidak menarik = 7.5%  jadi pendapat wisatawan mancanegara yang paling banyak adalah sangat menariknya produk wisata sejarah, kondisi ini menyatakan produk wisata sejarah di Batam sangat diminati wisatawan mancanegara, sehingga perlu dikembangkan sebagai produk wisata prioritas dengan melihat potensi budaya dan nilai - nilai yang terkandung dalam kehidupan masyarakat setempat.



Tabel 12
Pendapat Wisatawan Mancanegara Tentang Produk Wisata Religius
Jawaban
Frekuensi
%
Sangat Menarik
13
32.5
Menarik
15
37.5
Cukup Menarik
9
22.5
Tidak Menarik
1
2.5
Sangat Tidak Menarik
2
5
Jumlah
40
100

            Sumber: Data Olahan

            Dari Tabel diatas dapat dilihat bahwa pendapat wisatawan yang menyatakan sangat menariknya produk wisata religius adalah sebesar =32.5%, menarikannya produk wisata religius = 37.5% dan  cukup menariknya  produk wisata religius adalah = 22.5% sedangkan wisatawan yang menyatakan tidak menarik adalah = 2.5% dan sangat tidak menarik = 5%  jadi pendapat wisatawan mancanegara yang paling banyak adalah menariknya produk wisata religius yang ada di Batam, kondisi ini menyatakan produk wisata religius menarik bagi wisatawan mancanegara sehingga perlu dikembangkan sesuai dengan keunikan dan daya tarik wisata serta berdasarkan motivasi kunjungan wisatawan mancanegara.



Tabel 13
Pendapat Wisatawan Mancanegara Tentang Produk Wisata Hiburan
Jawaban
Frekuensi
%
Sangat Menarik
23
57.5
Menarik
11
27.5
Cukup Menarik
6
15
Tidak Menarik
0
0
Sangat Tidak Menarik
0
0
Jumlah
40
100

            Sumber: Data Olahan

            Dari Tabel diatas dapat dilihat bahwa pendapat wisatawan yang menyatakan sangat menariknya produk wisata hiburan adalah sebesar =57.5%, menarikannya produk wisata hiburan = 27.5 % dan  cukup menariknya  produk wisata hiburan adalah = 15% sedangkan wisatawan yang menyatakan tidak menarik adalah = 0% dan sangat tidak menarik = 0%  jadi pendapat wisatawan mancanegara yang paling banyak adalah sangat menariknya produk wisata hiburan yang ada di Batam, kondisi ini menyatakan produk wisata hiburan sangat diminati wisatawan mancanegara, sehingga perlu dikembangkan dalam skala besar sesuai dengan potensi pariwisata dan dengan melihat motivasi kunjungan dan permintaan wisatawan mancanegara.



Tabel .14
Pendapat  Wisatawan Mancanegara Tentang Produk Wisata  Belanja
Jawaban
Frekuensi
%
Sangat Menarik
22
55
Menarik
10
25
Cukup Menarik
6
15
Tidak Menarik
4
10
Sangat Tidak Menarik
0
0
Jumlah
40
100

            Sumber: Data Olahan

            Dari Tabel diatas dapat dilihat bahwa pendapat wisatawan yang menyatakan sangat menariknya produk wisata belanja adalah sebesar =55%, menarikannya produk wisata belanja = 25 % dan  cukup menariknya  produk wisata belanja adalah = 15% sedangkan wisatawan yang menyatakan tidak menarik adalah = 10% dan sangat tidak menarik = 0%  jadi pendapat wisatawan mancanegara yang paling banyak adalah sangat menariknya produk wisata belanja yang ada di Batam, kondisi ini menyatakan produk wisata belanja sangat diminati wisatawan mancanegara, sehingga perlu dikembangkan dalam skala besar sesuai dengan permintaan dan motivasi kunjungan wisatawan amcanegara.



Tabel. 15

Pendapat  Wisatawan Mancanegara Tentang Kemudahan 
Untuk Mendapatkan Produk Wisata
Jawaban
Frekuensi
%
Sangat Mudah
19
47.5
Mudah
9
22.5
Cukup Mudah
13
32.5
Tidak Mudah
1
2.5
Sangat Tidak Mudah
0
0
Jumlah
40
100

            Sumber: Data Olahan

            Dari Tabel diatas dapat dilihat bahwa sangat mudahnya wisatawan mancanegara untuk mendapatkan produk wisata yang ada di Batam yaitu sebesar = 47%, mudahnya wisatawan mancanegara untuk mendapatkan produk wisata yaitu sebesar = 22% dan cukup mudah sebesar = 32% sedangkan yang menyatakan tidak mudah adalah = 2.5% dan sangat tidak mudah adalah = 0. Jadi paling banyak adalah sangat mudahnya wisatawan mancanegara untuk mendapatkan produk - produk wisata di Batam, baik produk wisata yang tersebar di dalam kota maupun disekitar pulau Batam dengan dukungan kemudahan tranfortasi yang sudah tersedia.



Tabel .16
Pendapat  Wisatawan Mancanegara Tentang  Keamanan
dan Pelayanan Produk Wisata
Jawaban
Frekuensi
%
Sangat Puas
13
32.5
Puas
8
20
Cukup Puas
11
27.5
Tidak Puas
6
15
Sangat Tidak Puas
2
5
Jumlah
40
100

            Sumber: Data Olahan

            Dari Tabel diatas dapat dilihat bahwa sangat puasnya wisatawan mancanegara terhadap keamanan dan pelayanan produk wisata di Batam yaitu sebesar = 32.5%, yang menyatakan puas adalah = 20%, cukup puas adalah = 27.5%, sedangkan yang menyatakan tidak puas adalah = 15% dan sangat tidak puas = 5% jadi paling banyak adalah sangat puasnya wisatawan mancanegara terhadap keamanan dan pelayanan produk wisata yang ada di Batam sehingga perlu di pertahankan dan ditingkatkan dengan melakukan koordinasi dan kerjasama yang baik dengan pihak – pihak yang berkaitan langsung dalam mengembangkan produk – produk wisata serta  yang sesuai dengan permitaan wisatawan mancanegara.   

F.3.  Keterkaitan Pengembangan Produk Wisata terhadap Motivasi Kunjungan Wisatawan Mancanegara
Pembahasan mengenai pengembangan produk wisata terhadap motivasi kunjungan wisatawan mancanegara penulis mengunakan analisis deskriptip yang berupa data kualitatif dan keseluruhan data yang diperoleh dari jawaban wisatawan mancanegara yang masih merupakan data sementara itu diperoleh dari variabel bebas (X) sedangkan data sementara untuk variabel terikat (Y) dapat dilihat pada halaman lampiran. 
Keterkaitan pengembangan produk – produk wisata terhadap motivasi kunjungan dan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara merupakan tahap awal dalam menentukan produk – produk yang sesuai dengan permintaan dan keingginan wisatawan mancanegara.
Dari hasil penelitian bahwa produk – produk wisata dengan kriteria keunikan dan daya tarik wisata , variasi pengembangan dan aksesbilitas serta jawaban yang diberikan wisatawan mancanegara yang merupakan hasil penyebaran kuisioner dapat penulis simpulkan yaitu terdapat hubungan yang erat antara pengembangan produk  wisata dengan motivasi kunjungan wisatawan mancanegara dan sebaliknya dari motivasi kunjungan wisatawan mancanegara dapat ditentukan produk - produk wisata apa yang akan dikembangkan, sehingga keterkaitan produk wisata dan motivasi kunjungan merupakan dua variable yang memiliki keterkaitan yang erat.
Untuk lebih dapat memperjelas pembahasan mengenai motivasi kunjungan wisatawan mancanegara dan keterkaitannya terhadap pengembangan produk wisata di pulau Batam dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 17
Motivasi Kunjungan Wisatawan Mancanegara yang merupakan 
Hasil Penyebaran Kuisioner
No
Negara
 Motivasi Kunjungan ke pulau Batam
1
Singapura
Menikmati Produk Wisata Hiburan, Wisata Pantai, Wisata Bahari, Wisata Religius, Kampung Wisata,
2
Malaysia
Menikmati Produk Wisata Sejarah, Wisata Religius, Wisata Belanja,Wisata Pulau, Wisata Hiburan. dan Kampung Wisata.
3
Korea
Menikmati Produk Wisata Sejarah dan Religus, Wisata Hiburan, Wisata Pantai dan Bahari, Kampung Wisata serta wisata Belanja.
4
Taiwan
Menikmati Produk Wisata Sejarah dan Religus, Wisata Hiburan, Wisata Pantai dan Bahari, Kampung Wisata serta wisata Belanja.
5
Jepang
Menikmati Wisata Pantai dan Bahari, Wisata Sejarah, Kampung Wisata, Wisata Hiburan dan Wisata Belanja.
6
Australia
Menikmati Produk Wisata Pantai, Wisata Bahari, Kampung Wisata, Wisata Hiburan dan Wisata Sejarah
7
Amerika
Menikmati Produk Wisata Pantai, Wisata Bahari, Kampung Wisata, Wisata Hiburan dan Wisata Sejarah.
8
Eropa

Menikmati Produk Wisata Pantai, Wisata Bahari, Kampung Wisata, Wisata Hiburan dan Wisata Sejarah.

  Sumber data: Data Olahan

G. KESIMPULAN DAN SARAN
G.1. Kesimpulan
1.      Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam pada umumnya berasal dari negara Singapura, Malaysia, Korea, Taiwan, Jepang, Australia, Amerika dan Eropa
2.      Adapun motivasi kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam adalah untuk menikmati produk wisata pantai, wisata bahari, wisata pulau, kampung wisata, wisata sejarah, wisata religius, wisata hiburan dan wisata belanja

G.2. Saran - saran
            Dari hasil kesimpulan diatas mengenai pengembangan produk wisata terhadap motivasi kunjungan wisatawan mancanegara penulis menyarankan sebagai berikut:
1.      Pengembangan Produk produk wisata pulau Batam sebaiknya didasarkan atas minat, motivasi dan keinginan wisatawan mancanegara serta dari negara asal wisatawan.
2.      Pengembangan produk wisata pulau Batam dalam jangka panjang perlu memprioritaskan pengembangan produk wisata pantai, wisata bahari, wisata sejarah dan wisata hiburan serta wisata belanja, hal ini di upayakan untuk dapat meninggkatkan lama tinggal (lengh of stay) wisatawan mancanegara di pualu Batam.
3.      Dalam mengembangkan produk – produk wisata diperlukan kerjasama yang erat antara stakeholders dan pihak – pihak yang terkait, karena produk –  produk wisata merupakan produk yang tidak dapat berdiri sendiri tetapi sangat tergantung pada bidang- bidang lain seperti bidang ekonomi, politi, hukum, sosial dan budaya.
4.       Produk wisata yang ditawarkan haruslah bervariasi dan atraktif, sehingga dapat menarik wisatawan mancanegara dari berbagai segmen menegah – atas, kelompok keluarga dan usia lanjut yang berasal dari negara- negara eropa.
5. Sebaikanya dilakukan perluasan jaringan dalam mengembangkan dan memasarkan produk – produk wisata pulau Batam dengan tour operator asing dari negara – negara yang menjadi pasar utama seperti, Singapura, Malaysia dan Korea Selatan, Jepang dan Taiwan. 

DAFTAR PUSTAKA
Agus Sulastiyono, Jurnal Pariwisata, Penerbit Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung Januari 2001.
Agus Sulastiono, M.Si. Manajemen Penyelenggara Hotel, Seri Manajemen Usaha Jasa Sarana  Pariwisata dan Akomodasi, Penerbit Alfabeta Bandung
Buku Petunjuk Proposal dan Makalah, Akademi Pariwisata Engku Putri Hamidah, Pekanbaru, 2005
Chafid Fandeli, Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan, Rakor Kebudayaan Dan Pariwisata Jakarta 2003.
Deny Hidayati, Mujaiyani, Andi,Z, Laksmi,R, Ekowisata Pembelajaran dari Kalimantan Timur, Penerbit Pustaka Sinar Harapan Jakarta 2003.
Glenn F. Ross, Toeti Heraty Noerhadi, Psikologi Pariwisata, Penerbit Yayasan Obor Indonesia Jakarta 1998.
Husein Umar,Drs, S.E., M.M., M.B.A.Metode Penelitian Utuk Skripsi dan Tesis Bisnis, Penerbit Raja Grafindo Persada, 2004
Oka A Yoeti,Drs, Pemasaran Pariwisata, Penerbit Angkasa Bandung 1990
Oka A Yoeti,Drs Komersialisasi Seni  Budaya dalam Pariwisata, Penerbit Angkasa Bandung 1994
Oka A Yoeti, Drs, Pemasaran Pariwisata Terpadu, Penerbit Angkasa Bandung 1996
Rambat Lupiyoadi, Manajemen Pemasaran Jasa Teori dan Praktek, Penerbit Salemba Empat Jakarta 2001.
               ,Manajemen Pemasaran, Penerbit Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.
Setyanto P. Santosa, Kebijakan Teknis dan Strategi Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata, Badan Pengembangan Kebudayan dan Pariwisata Jakarta 2003.
                                    ,Rencana Pemasaran Pariwisata Daerah, Penerbit Deputi Bidang Pemasaran dan Kerjasama Luar Negeri Jakarta Agustus 2002.
                                 .,Panduan Rencana Pemasaran Pariwisata Daerah, Jakarta Desember 2000.
            .,Pengembangan Pariwisata Sehat, Penerbit Kementerian Kebudayan dan Pariwisata Jakarta November 2002.

1 comment: